Bab 3.

1025 Kata
"Ya elah macam gak biasanya kau Kirana dengan suara merdu ku ini," ucap Fera. Kirana memutar bola matanya malas" Iya merdu saking merdunya burung pun pada berhamburan terbang pergi menjauh," cibir Kirana. "Iss kok gitu sih, RAN," gambek Fera. Fera memperhatikan wajah sahabat yang tak seperti biasanya. "Rani tumben tuh muka kayak baju tidak di gosok kusut?" tanya Fera ceplos - ceplos aja. Kirana mengendus sebal menatap Fera yang sedari tadi ngoceh terus melulu. "Feraaaa, gue lagi banyak masalah jadi mending diam aja deh," ucap Kirana dengan geram. "Etsss selow Men sekarang Lo ceritakan ada masalah apa sih teman ku tersayang," ucap Fera sambil memeluk Kirana bahkan dengan berani Fera mencium pipi Kirana. Kirana mendelik saat Fera mencium pipi, dia jauhkan wajah Fera dari wajah nya. Sungguh Kirana begitu risih saat Fera menciumi pipi seenak jidatnya. Kirana mengusap kasar pipinya bekas dicium Fera. "Gak usah cium juga kali jijik gue" dengan raut wajah jijik," gue masih normal, masih suka cowok men," ucap Kirana dengan sebal. "Iya iya sorry ini mau cerita gak mana tahu otak gue yang super berlian bisa kasih solusi nya," ucap Fer dengan gaya alay. Kirana menghebus nafas panjang" Lo ada gak kerja part time gitu atau kerja apaan aja asalkan halal karena gue butuh duit lebih nih?" tanya Kirana penuh harapan. "Emmm ." sejenak Fera berpikir. Kirana sangat berharap Fera dapat membantu diri nya. "Ada sih tapi bagian cleaning servis, mau?" tawar Fera menoleh ke arah Kirana. "Mauuu banget fer!" pekik kegirangan Kirana. "Ya udah besok gue bilangin deh biar Lo masuk besok," kata Fera. "Thanks ya Fera kalau tidak ada dirimu mungkin aku udah binggung cari kerja sana kemari," ucap Kirana memeluk temannya. "Baiklah besok datang ke hotel WINNER oke," perintah Fera. "Hotel WINNER? bukankah itu hotel paling besar dan mewah ya?" tanya Kirana. "Emang, " sahut Fera dengan enteng nya. "Kok bisa kau masuk jadi karyawan di sana?" Kirana menatap curiga ke fera. Fera mendorong muka Kirana untuk menjauh. " Eh kau kira aku penjahat yang bakal bikin Lo rusak hah," ucap Fera protes dengan tatapan Kirana. "Terus kok bisa aku masuk jadi cleaning servis disana?" tanya Kirana. "Ya bisa lah wong sepupu ku karyawan disana lagian Lo cuman jadi cleaning servis doang mah gampang, kecuali jadi manajer noh baru kagak mungkin," jelas Fera. Kirana pun berooooo ria aja ***** Keesokan harinya Kirana dan Fera pergi bareng menuju ke hotel WINNER. Fera memakirkan mobil nya di parkiran bawah tanah. "Nah RAN kita udah sampai yuk kita segera bergegas masuk soalnya sepupu ku udah nunggu kita," ajak Fera. Kirana dan Fera turun dari mobil dan berjalan menuju masuk ke pintu hotel WINNER. Sekarang mereka telah masuk, Kirana dan Fera berdecak kagum dengan kemewahan bagian ruang tengah bangunan hotel WINNER. "Fer, ini baru ruangan ini yang sangat mewah belum lagi apa kabar dengan kamar- kamar di sini," bisik Kirana. "Beh kalau kita yang nyewa kamar satu malam yang ada duit nya bisa untuk dua bulan cuy," sahut Fera mereka berbisik. "Sungguh dunia orang kaya fer," ucap Kirana mengeleng kepala nya. "Mana sih si kutu kupret itu." Fera melirik sana kemari mencari keberadaan sepupu nya. "Nah ini ini dari mana aja sih Lo gue cari in udah kayak anak hilang ini kita." Fera berdegus sebal sekaligus kesal. "Iya sorry tadi ada tamu penting dah gitu seminggu lagi pemilik hotel ini bakal datang nah dari tadi gue sibuk nih mempersiapkan semua nya." bela sepupu Fera. "Oh iya by the way mana sahabat lo yang mau lamar jadi clining servis?" tanya sepupu Fera. "Ini kenali Kirana sahabat gue yang gue ceritain gimana, pasti bisa kan sahabat gue masuk kan cuman jadi clining servis . Ayolah sesekali bantu gue kenapa?" bujuk Fera dengan manja. "Lo Kirana ya, kenali gue Digo sepupu nya nih kaleng rombeng." Digo mengulurkan tangannya di hadapan Kirana. "Aku Kirana," sahut Kirana menyambut uluran tangan dari Digo. "Baik lah kamu di terima bisa Kirana kerja hari ini karena kami juga kekurangan clining servis?" tanya Digo. "Bisa banget eh aku harus manggil apa ini, seperti nya kita beda dua tahun jadi Kirana panggil bang Digo aja gimana?" tanya Kirana menunggu pendapat Digo. "Boleh juga," jawab Digo terseyum manis ke Kirana. Plak Fera menjitak kepala sepupu nya itu dengan kesal. "Helllow gue disini ya dari tadi gue perhatikan Lo berdua jadi in gue obat nyamuk ya," ucap Fera berdecak pinggang. "Ihhh sensi bangat sih Lo ya udah Lo pulang sono gue mau tujukan ruangan clining servis nya dan juga alat serta baju clining servis di hotel WINNER ini," jelas Digo. "Ya udah Kirana gue balik dulu oh iya kalau nanti Lo gak ada kendaraan lewat saat pulang telepon gue aja oke," tawar Fera. "Thanks ya sekali lagi gue gak tahu lagi harus gimana jika kau gak bantu gue." Kirana memeluk Fera. "Ya ampun sama siapa aja sih udah buruan cepat biar Lo cepat kerja nya, gajian pertama traktir gue makan pecel lele oke," ucap Fera mengedip sebelah mata nya. "Ya elah gue kapan drama kalian selesai sih berasa nonton drama sinteron ikan terbang tahu," kesal Digo dengan sepupu nya satu ini. "Ya udah gue pulang d**a d**a Kirana eh kutu kupret jagain sahabat gue ya awas aja kalau lecet sedikit pun," ancam Fera. "Bawel Lo kaleng rombeng," balas digit balik. "Yuk kita langsung ke ruang clining servis nya, ikuti saya selama kita berkerja kamu panggil aja bapak tapi kalau berdua gini saat ngobrol ya abang seperti kamu bilang," ucap Digo sedikit bercanda. Kirana mengaguk paham lalu terus mengikuti Digo. Digo pun mulai memberi tahu apa- apa aja tugas Kirana. Kirana terus mendengar dengan serius ucapan Digo. Setelah Digo menjelaskan semuanya Kirana pun Menganti baju dengan seragam clining servis milik hotel WINNER. Kirana mulai mengerjakan tugas pertama nya. Kirana sangat bersemangat dengan perkejaan yang dia lakukan. Beberapa tamu hotel pun sangat menyukai kepribadian Kirana yang sopan dan jujur. Banyak juga dari tamu hotel yang memberikan tips untuk Kirana. Malam hari pun tiba tak terasa bagi Kirana hampir menyelesaikan tugas nya. "Aaarhk ." Kirana meregang kan otot tubuh nya yang terasa kaku dan pegal. "Alhamdulillah sudah selesai juga sebaik aku segera nganti baju dan pulang secepat nya," gumam nya membawa peralatan pembersih nya ke ruangan penyimpanan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN