Setelah semalaman memantau warehouse Alvaro, Alex akhirnya berhasil mendapatkan informasi penting: akan ada transaksi besar malam itu, melibatkan orang-orang baru yang belum dia kenal. Dengan cepat dia bergerak, tak ingin kehilangan kesempatan. Malam itu di pelabuhan tua, Alex menyelinap di antara kontainer. Matanya tajam memantau setiap gerak-gerik. Di tengah kegelapan, terdengar suara langkah kaki cepat—dan di situlah dia melihatnya. Seorang gadis berjaket hitam, wajahnya tertutup masker, sedang berbicara dengan dua pria bertubuh kekar sambil menyerahkan tas hitam. Dengan lincah, Alex melompat dari atas kontainer, mendarat tepat di hadapan mereka. “Permisi, kalian lupa undanganku.” Para pria kaget, si gadis dengan gesit mencabut pisau dan menyerang Alex. Pertarungan pecah dengan cepat

