Bab 60.

1048 Kata

A memandangi bayangannya sendiri di kaca jendela. Wajah pucat, mata lelah, dan tatapan kosong — semua menatap balik padanya seperti cermin dari jiwa yang mulai retak. Ia memejamkan mata, mencoba menahan air mata yang menggenang, tapi satu tetes akhirnya jatuh juga. "Aku tak bisa terus begini..." bisiknya lirih, nyaris tak terdengar oleh angin malam yang menyelinap masuk dari celah jendela. Tapi waktu tak pernah menunggu siapa pun. Dan malam ini, Pelabuhan Selatan menanti. ** Alex menatap peta digital di layar tablet-nya, jarinya menunjuk titik merah baru yang berkedip pelan. Sinyal dari pelacak yang diam-diam ia sematkan pada bagian pecahan motor gadis itu tadi pagi — akhirnya aktif. Lokasinya: Pelabuhan Selatan. "Hmm... terlalu klise untuk jebakan," gumam Alex, menyalakan rokok dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN