Angin malam berhembus kencang menerpa wajah Alex yang berdiri memandang sisa kecelakaan kecil di hadapannya. Motor sport sudah hancur, mobilnya penyok, dan... gadis itu menghilang. Alex mengacak rambutnya kasar, masih heran sendiri kenapa dia bisa sedungu itu, membiarkan musuhnya lolos begitu saja. Dia menyipitkan mata menatap ke jalanan kosong, lalu menepuk debu di bajunya sebelum masuk ke dalam mobil. "Siapa sebenarnya dia?" gumam Alex dalam hati, matanya serius menatap lurus ke depan. Ada sesuatu yang janggal. Gerakan gadis itu... terlalu terlatih untuk ukuran pembunuh biasa. Dari cara mengendarai motor, menembak, bahkan refleks menghindar — semua mengisyaratkan latihan profesional. BUKAN pembunuh amatiran. BUKAN pula orang jalanan biasa. Alex yakin gadis itu berasal dari organ

