Angin berhembus kencang menambah perasaan haru di dalam gadis yang terus menatap sebuah makam. Gadis itu hanya berdiri saja memandang makam tersebut, entah makam siapa yang oaati gadis uru betdiri cukup lama dengan membawa bunga mawar hitam. Kaca mata bertenger di mata tak sekalipun air mata tetes terjatuh. "Tak semudah itu aku melupakanmu, tapi aku sudah membuat keputusan dimana aku sendiri menyelesi keputusanku. Kau tahu saat itu ada dua pilihan antara cinta dan balas budi yah akhir aku mengorbankan balas cita ku walau sangat sakit." "Maaf.... aku tahu aku salah tak seharusnya aku memilih keputusan itu tapi jila aku tidak memilih keputisan itu maka aku sendiri yang bakal sangat menyesal." Gadis tersebut menaruh bunga mawar hitam di atas memakaman lalu pergi dari pemakam tersebut. Seor

