bc

Om Kesayangan Gadis Belian

book_age18+
838
IKUTI
8.4K
BACA
others
like
intro-logo
Uraian

Sinopsis cerita

Erick Wijaya Gunawan yang kurang menyukai dunia malam, diundang temannya Firmansyah ke klub malam Artificial Club. Dimana dia harus berjumpa mantan kekasihnya Rossa dan rivalnya Riko. Riko dan Rossa telah menikah.

Di club tersebut Erick kebetulan berjumpa dengan seorang gadis yang akan 'dijual' di sana. Entah dorongan apa yang membuat dia bersedia menebus sang gadis.

Kiranti Lestari seorang gadis yang dibawa paksa ke klub malam Artificial Club sebagai ganti hutang sang ayah. Dengan beberapa usaha untuk melarikan diri dari klub malam yg gagal. Pada malam di saat dia sudah hampir pasrah akan kehilangan kesuciannya. Bagai keajaiban yang terjadi. Dia berjumpa

dengan seorang pria yang bersedia membayar tebusan kepada klub malam Artificial Club.

Entah apa tujuan Erick menebus Kiranti. Sedangkan dalam pikiran Kiranti lebih baik menjadi istri simpanan atau istri kontrak atau sugar baby dari Erick daripada menjadi wanita pengh***r di klub malam. Jika bersama Erick, dia hanya perlu melayani Erick ketimbang menjadi wanita peng****r yang harus melayani berbagai p****************g yang tidak jelas.

Bagaimana perkembangan selanjutnya? Baca dan ikuti serial novel ini. Dukunglah penulis yang masih pemula ini agar dapat berkarya dengan baik dan memuaskan pembaca sekalian.

chap-preview
Pratinjau gratis
Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama Pukul 7 malam, Erick Wijaya Gunawan berdiri di tempat parkiran klub malam Artificial. Dia datang untuk memenuhi undangan Firmansyah Danuarta teman semasa kuliahnya. Erick saat ini berusia 32 tahun. Pikirannya kembali ke siang waktu firman datang ke kantornya untuk mengajaknya ke klub malam tersebut. *Flashback on* Siang itu Erick sedang mengerjakan dokumen di kantornya. *tring-tring-tring* suara telepon berbunyi. Setelah menekan tombol terima, terdengar suara sekretarisnya Karina yg biasa dipanggil Rina. "Pak, ada tamu ingin bertemu bapak" "Siapa?" tanya Erick. "Bapak Firmansyah" jawab Rina. "Persilahkan masuk" perintah Erick. Tidak lama berselang Firman masuk ke dalam kantor. "Siang bro, lama tidak berjumpa" sapa Firmansyah. "Siang juga, masih hidup lu rupanya. Apa kabarmu?" balas Erick "Asem lu, tentulah masih hidup gw. Lu pikir gw hantu. Gw masih sehat walafiat bro" jawab Firman. Keduanya kemudian tertawa bersama. Tok- tok terdengar bunyi pintu. "Masuk" perintah Erick. Rina pun membuka pintu dan masuk ke dalam kantor sambil membawa nampan berisi 2 gelas minuman. Setelah menaruh minuman di atas meja. "Silahkan minumannya pak" ujar Rina. "Terima kasih" jawab Erick dan Firman. "Permisi pak" dan Rina pun berlalu keluar dari kantor. Sepeninggal Rina, Erick dan Firman pun melanjutkan perbincangan selama beberapa menit. Setelah dirasa cukup berbasa-basi. Firman pun menyampaikan maksud kedatangannya. "Rick, bisa ga datang ke Artificial Club nanti malam pukul 7?" tanya Firman. "Itu club malam yg lagi terkenal sekarang kan? Baru beroperasi 2 tahun belakangan ini kan?" Erick balik bertanya. "Iya" sahut Firman. "Kok klub malam sih? lu udah tahu gw kurang sreg. Ada acara apa? Kenapa bukan ke cafe atau resto saja?" tanya Erick. "Cari suasana baru dong. Kita kan belum pernah ngadain acara di sana. Mumpung gw naik jabatan" kata Firman. Grup kita pasti bakal hadir semua, tinggal kamu saja, Rick. Bagaimana? Bisa tidak? Erick termenung dan berpikir cukup lama sebelum menyetujui ajakan Firman. Sejatinya dia tidak suka pergi ke klub malam karena tidak menyukai aktivitas klub malam. Hanya karena segan saja dengan Firman yg merupakan teman lama. Ok lah saya usahakan hadir, Man. Terima kasih, Rick. Saya mau ke ruang sebelah dulu menemui Bayu. Bayu sudah gw undang via video call. Cuma ga enak saja sudah sampai sini ga say hello dan ngobrol sebentar sama dia. Sampai jumpa nanti malam Rick. Firman berujar dan berlalu keluar dari kantor Erick. Bukan hanya karena malas harus ke klub malam. Erick sebenarnya juga ingin menghindari pertemuan dengan mantan kekasihnya Rossa Cantika. Setiap pertemuan grup, Erick pasti akan berjumpa dengan Rossa yang juga merupakan anggota grup mereka. Sebuah ironi memang. Erick yang saat ini berusia 32 tahun dan sebentar lagi menuju 33 tahun memang susah melupakan masa- masa kuliahnya. Kenangan manis dan indah bercampur kenangan pahit dan kelam ada di dalamnya. Walau sudah lama berlalu tetap membekas di hati. Dulu dia hanya berpenampilan sederhana saja. Dengan wajah culun walaupun sebenarnya lumayan gagah. Walaupun merupakan anak sulung dari pemilik perusahaan Wijaya Gunawan Grup, Erick memilih penampilan sederhana sewaktu kuliah dengan mobil kelas menengah keluaran tahun yang sudah lama. Tidak terlihat tampang sebagai anak Sultan kala dia kuliah. Hal ini jauh berbeda dengan penampilannya sekarang. Wajah yang semakin ganteng akibat semakin matang usia. Pakaian high class karena profesi sebagai Presiden Direktur (Tidak mungkin dong pakaian PresDir biasa-biasa saja kalau ke kantor bisa jatuh image perusahaan). Walau begitu di luar jam kantor, Erick tetap akan berpenampilan sederhana. Mobil mewah untuk urusan kantor. Sedangkan untuk di luar jam kantor, Erick sesekali hanya akan menggunakan mobil kelas menengah saja. Sangat jauh dari kesan sombong. *flashback off* Di sinilah Erick berada malam ini. Setelah menarik nafas panjang, dia pun melangkahkan kaki ke dalam gedung Artificial Club. Langkahnya diarahkan ke lantai 2 gedung merupakan letak private room. Melewati lantai 1 yang merupakan ruangan publik yg luas, yang sudah dipenuhi para pengunjung yg berjoget ataupun minum-minum sambil berbincang. Lantai 1 sudah dipenuhi asap rokok dan bau minuman keras. Dengan langkah cepat, Erick sampai di lantai 2, kemudian mencari ruang private room yang telah dipesan Firman. Setelah menemukan ruang tersebut, Erick bergegas masuk ke dalam. "Hallo semuanya" sapa Erick ke semua orang yang ada di ruangan. "Akhirnya lu datang juga" sahut Firman dengan senang. "Tumben lu datang, Rick" sahut Bayu dan Soni menyambut Erick. Sedangkan Riko hanya menganggukkan kepala kepada Erick. Rossa hanya tersenyum tipis saja. Terasa suasana yang sedikit canggung. Tetapi Firman dengan cepat menyela dan mengajak Erick ke tempat duduknya. Seperti biasa jika ada pertemuan atau perjamuan, Erick akan meminta diposisikan menjauh dari Riko dan Rossa. Hal ini demi menghindari keributan dan pertengkaran yang dapat timbul di antara mereka. Bukan karena Erick gagal move on atau masih mencintai Rossa. Tetapi hanya demi rasa segan akan persahabatan dalam grup mereka. Bisa saja dia mencari ribut dengan Riko ataupun Rossa, tapi dia rasa semua itu tidak berguna. Lebih baik tetap menjadi teman daripada bermusuhan. Walau masih sakit hati dengan tindakan Riko dan Rossa yang mengkhianati dia. Erick sudah berbesar hati memaafkan mereka. Tapi untuk sedekat seperti dulu, itu sudah tidak mungkin. Lebih baik berteman dengan menjaga jarak. Rasa cinta Erick terhadap Rossa pun sudah lama padam sejak mengetahui perbuatan Rossa dan Riko di belakangnya. Riko Bastian adalah salah satu sahabat dekat Erick. Mereka berteman dari awal masuk kuliah. Riko yang merupakan pewaris perusahaan Swarna Bastian Grup selalu iri dengan Erick. Walaupun semasa kuliah Riko lebih ganteng dan lebih glamour dibanding Erick. Tapi nilai akademis Erick selalu menjadi yang terbaik kala itu. Dengan penampilan culun dan sederhana banyak wanita yang tertarik kepada Erick. Apalagi sikap baik hati, ramah dan pandai bergaul menjadikan Erick sebagai salah satu pria favorit di kampus mereka. Sebenarnya tidak ada yang perlu diirikan oleh Riko kepada Erick. Nilai akademis Riko juga bagus walau jauh dari puncak seperti Erick. Riko merupakan anak dari Rahmat Bastian selaku pewaris perusahaan Swarna Bastian Grup hartanya tentu berlimpah. Dengan modal ketampanan dan kekayaan tentu saja Riko juga termasuk salah satu pria favorit di kampus kala itu. Banyak wanita yang juga terpikat kepada dia. Tapi permasalahannya adalah Rossa. Erick yang berhasil menjadi kekasih Rossa kala itu membuat Riko semakin iri kepada Erick. Akhirnya segala cara rayuan dilakukan Riko agar dapat memiliki Rossa. Sampai akhirnya Rossa pun memilih Riko dan mencampakkan Erick pada masa menjelang kelulusan kuliah. Erick yang sakit hati sempat ingin meninggalkan grup. Tapi anggota grup lainnya berhasil meyakinkan Erick agar terus bertahan di grup. Walau situasi akan canggung antara Erick dengan Rossa dan Riko setiap perjumpaan grup mereka. Grup yang sedang berkumpul saat ini adalah grup Elit Populer. Grup ini awalnya terdiri dari Erick, Riko, Bayu, Firman dan Soni. Kelimanya berjumpa awal masuk kuliah dan persahabatan mereka tanpa sadar terbentuk grup ini. Kemudian Rahayu dan Rossa pun turut bergabung pada tahun ajaran kedua. Rossa yang sering diajak ikut serta dalam acara grup mereka oleh Erick tanpa sadar ikut bergabung. Status Rossa waktu itu adalah kekasih Erick. Ya Erick dan Rossa sudah bersama sebelum Rossa ikut dalam grup mereka. Tidaklah salah jika grup ini dijuluki dengan Grup Elite Populer karena yg tergabung dalam grup ini adalah pria favorit dan wanita favorit kampus mereka kala itu. Grup yg bereuni hari ini minus Rahayu yang sudah ikut suaminya tinggal di luar negeri. Makanan dan minuman sudah tersedia di atas meja. Mereka pun berbincang hangat dan sekaligus bernostalgia masa kuliah mereka. Erick dan Riko terlihat saling menghindar dalam perbincangan begitupun Rossa dan Erick. Yang lain maklum dengan keadaan tersebut mengingat masa lalu dari Erick dengan Riko dan Rossa yg bermasalah. Riko dan Rossa sekarang merupakan pasangan suami istri. Mereka menikah 2 tahun setelah lulus kuliah. Erick sengaja pergi keluar negeri waktu mereka menikah. Hal itu karena dia tidak ingin menghadiri pernikahan 2 pengkhianat. Kembali ke perjamuan. Seperti biasa Erick selalu menghindari minuman alk*oh*l yang disajikan. Bukan dia tidak sanggup minum minuman alk*h*l. Prinsip hidupnya menjauhkan dia dari minuman alk*h*l yang memabukkan. Bayu Purnomo sebagai asisten pribadi Erick pun mengikuti jejak Erick menghindari minuman alk*h*l. Beda dengan anggota lainnya yang tidak segan menenggak minuman terlarang tersebut. Hampir satu jam mereka berbincang sambil menikmati makanan dan minuman. Erick permisi ke toilet. Sekembali dari toilet, pas di depan depan pintu private room mereka. Erick tiba- tiba saja terkejut karena seorang gadis berlari ke arahnya dan menjatuhkan diri memeluk kakinya serta memegang tangannya. "Om tolong saya, om. Saya tidak mau jadi p*****r" kata gadis tersebut. Sang gadis mulai menangis. "Tolong saya om. Saya mohon tolong saya. Saya masih perawan om. Tebus saya om " lanjutnya lagi. Erick menatap sang gadis terpesona dengan bola mata indah dan waiah yang menarik hanya dengan sedikit riasan. Tidak berselang lama 2 orang penjaga keamanan berjalan mendekat ke arah mereka. Mereka segera menarik si gadis dari Erick. "Jangan ikut campur yang bukan urusan anda. Gadis ini pesanan tuan Edison" bentak mereka. Teman-teman Erick keluar dari ruangan karena mendengar keributan di depan ruangan mereka. Erick yg terbengong diam hanya menatap penjaga yg menarik sang Gadis untuk menjauh. Firman menghampiri dan menepuk pundak Erick. "Ada apa Rick? Sebaiknya kita tidak perlu ikut campur masalah orang lain. " tegur Firman. Erick yang tersadar akibat tepukan. Tiba-tiba dia pun berkata........ ,*******Ini karya perdana newbie semoga berkenan. Jika berkenan kita lanjut ke episode 2.***************

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.0K
bc

TERNODA

read
199.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.5K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.6K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
72.0K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook