Cerita Mantan Masa Lalu

1837 Kata
Hari hari pun berlalu. Tidak terasa sudah seminggu Kiranti tinggal di rumah keluarga Gunawan. Hampir setiap pagi, Kiranti dan Bu Aminah selalu membuat sarapan bersama para asisten rumah tangga. Mama Sarah sebenarnya keberatan. Kan ada asisten rumah tangga. Tapi tidak bisa melarang Kiranti dan Ibu memasak sarapan pagi. Selain itu rasanya sangat enak. Sehingga keluarga Erick pun menyukai masakan Kiranti dan Ibu. Untuk makan siang dan makan malam tetap tidak diperkenankan Kiranti dan Ibu memasak. Mama Sarah mengatakan mereka besan dan menantu bukan asisten rumah tangga. Terpaksa Kiranti dan Ibu mengikuti hal tersebut. Selama beberapa hari tinggal di rumah keluarga Gunawan. Ada satu kejanggalan yang terasa oleh Kiranti. Yaitu sebuah kamar yang tertutup. Selalu dikunci. Para ART sepertinya dilarang masuk ke dalam kamar tersebut. Apalagi Kiranti dan keluarga jelas tidak diperkenankan masuk. Padahal semua kamar lain tidak pernah terkunci. Ini tentu mengundang rasa penasaran Kiranti. Apalagi keluarga Gunawan sering masuk ke kamar ini dan kemudian keluar. Serta mengunci kembali kamar tersebut. Ingin bertanya pada Papa dan Mama rasanya segan. Apalagi kepada Yanto dan Karen. Pernah ditanyakan kepada para ART. Mereka semua menolak menjawab. Rasanya hanya bisa bertanya kepada si Om. Kiranti selalu bertanya tanya dalam hati atas kamar tersebut. Apakah itu kamar berisi barang ilegal? Atau apakah itu kamar pesugihan? Tidak tahu jugalah. Mending nanti bertanya ke si Om saja. Malamnya saat makan malam bersama. Yanto memberi kabar bahwa penerimaan mahasiswa baru akan diadakan 6 bulan lagi. Ujian saringan masuk mungkin lebih awal 4 sampai 5 bulan lagi. Kiranti dapat bersiap siap belajar setelah selesai pernikahan. Bukan meragukan Kiranti. Tapi Kiranti sudah beberapa bulan lulus SMU. Sebagian pelajaran mungkin sudah tidak begitu ingat. Ada baiknya belajar kembali. Ditambah dengan materi materi lain yang mungkin akan muncul di ujian saringan masuk. Yanto mengusulkan sebaiknya di cari guru kursus untuk mengajarkan kembali pelajaran SMU dulu. Terlebih dahulu ditanyakan jurusan yang diinginkan Kiranti. Awalnya Kiranti ingin mengambil jurusan pertanian. Tapi Erick keberatan. Masa istri masa depannya sarjana pertanian. Secara Erick adalah pengusaha yang cukup diperhitungkan. Akhirnya Kiranti memilih jurusan Ekonomi saja biar sama dengan profesi si Om. Lagian lebih mudah mencari guru kursus jurusan Ekonomi. Cukup minta kekasih Yanto, Florencia Liu yang juga merupakan anak Tante Sonia. Atau bisa minta kekasih dari Antony alias A Hui. Yang kebetulan juga teman Florencia. Semua akan diatur setelah ritual pernikahan Erick dan Kiranti. Mengingat pesan Ibu. Dimana Kiranti diminta untuk selalu menjaga komunikasi dengan Erick setiap hari. Mengingat Erick hanya mempunyai waktu luang pagi sebelum kerja dan malam sepulang kerja. Kiranti pun ingin berbincang dengan Erick. Saat selesai makan malam adalah waktu terluang Erick. Tidak ingin membuang kesempatan. Kiranti pun mengajak Erick ke sofa ruang santai keluarga di lantai 2. Sekalian Kiranti ingin bertanya mengenai ruang misterius yang membuatnya penasaran beberapa hari ini. "Om. Kamar di sebelah kamarku.. Itu kamar apa ya? Aku penasaran. Apakah kamar pesugihan?" tanya Kiranti. "Bukan pesugihan. Untuk jelasnya nanti setelah kita nikah. Kami akan tahu tentang kamar itu. Kami tidak akan menceritakannya sekarang." jawab si Om. "Tapi kayaknya angker Om." ujar Kiranti sedikit ketakutan. "Jangan terlalu dipikirkan. Saatnya nanti kamu akan tahu." kata si Om "Baiklah Om." sahut Kiranti sedikit kecewa. "Bagaimana kalau kita bahas masalah lain saja." ajak si Om. "Masalah mantan saja boleh? " tanya Kiranti. "Boleh saja. Aku juga tidak mau tutupin masalah mantan kok." jawab si Om. "Aku duluan ya." kata Kiranti. Si Om mengangguk. Kiranti pun mulai bercerita. Mantan pertamanya adalah Bagus Prakoso kakak kelas waktu Kiranti kelas X SMU. Beda 2 tahun. Namanya saja yang bagus. Kelakuan buruk. Entah gimana Kiranti mau menerima waktu Bagus menyatakan perasaan. Namanya juga 'cinta monyet' hanya sekedar melihat penampilan saja. Setelah pacaran baru ketahuan sifat buruk Bagus. Ternyata dia hanya mau tubuh wanita saja. Sering mengajak Kiranti untuk berhubungan badan. Tapi ditolak Kiranti. Lah belum nikah mau nge s*x. Jelas Kiranti tidak mau. Bukan pengikut s*x bebas. Mana baru SMU. Tidak sampai sebulan Kiranti minta putus. Ternyata Bagus kemudian jalan dengan teman dekat Kiranti. Maharani biasa dipanggil Rani. 3 bulan kemudian Rani hamil. Dan Bagus kabur menghilang. Nasib baik Kiranti cepat mutusin tuh Bagus. Kalau tidak bisa bisa dia yang hamil. Yang kedua sedikit lebih serius. Bondan Sumardi. Kakak kelas di SMU juga. Tapi kali ini beda 1 tahun. Pacaran waktu Kiranti kelas XI SMU. Bondan kelas XII. Sering jalan bersama. Tapi masih dalam batas wajar. Tidak ada yang aneh. Beda dengan Bagus yang selalu merayu dengan tujuan dapat meniduri Kiranti. Bondan terkesan adem ayem. Tidak banyak ulah. Kiranti tentu sangat menyukainya. Tapi semua bubar setelah Bondan mengetahui bahwa Kiranti adalah jemaat Gereja. Penganut Kristiani. Tentu saja Bondan yang Muslim pun mundur. Terhalang masalah keyakinan. Setelah itu di kelas XII Kiranti enggan menjalin hubungan. Daripada masalah serupa terjadi lagi. Pacar yang br*ngs*k atau beda keyakinan. Tidak ingin diulangi Kiranti. Si Om manggut manggut saja. Memang susah mencari gadis yang perawan di jaman sekarang. Banyak yang seperti Bagus hanya mau enak saja. Kasus Bondan memang sulit tergantung diri sendiri. Jika ada yang mau mengalah, bisa berlanjut hubungan. Jika tidak ada yang mau mengalah, sebaiknya memang pisah adalah pilihan terbaik. Giliran si Om bercerita. Bagi si Om memang ada 2 orang cinta masa SMU. Tapi dia anggap itu tidak serius. Sama seperti Kiranti dan 2 mantannya. Yang pacaran hanya sekedar jalan. Atau berduaan di pojok kelas. Ataupun pojokan kantin. Bagi si Om hanya penghibur masa SMU. Jadi si Om hanya menyebutkan nama mereka dan berkata hanya sekedar angin lalu. Tidak perlu diceritakan secara jelas. Yang perlu dianggap adalah Rossa, mantan masa kuliah si Om. Kiranti sudah pernah bertemu 2x dengan Rossa. Si Om bercerita mereka mulai berjumpa waktu si Om semester 2. Sering berdiskusi bersama mengenai tugas kuliah. Lama lama menjadi dekat. Apalagi Rossa saat itu masih polos dan lugu. Di semester 3 mereka jadian. Rossa sering diajak berkumpul bersama Grup Elite Populer. Akhirnya pun ikut menjadi anggota. Waktu itu di dalam grup ini hanya Bayu dan Firman saja yang mengetahui status Erick sebagai pewaris keluarga Gunawan. Bahkan Rossa pun tidak tahu. Dia menganggap Erick adalah mahasiswa sederhana yang tinggal di kos. Kadang bekerja sampingan demi kebutuhan hidup. Dengan penghasilan dari pekerjaan sambilan. Erick berusaha menyenangkan hati Rossa. Walaupun tidak banyak. Tapi uang itu dapat Erick gunakan untuk membeli kebutuhan Rossa. Uang kuliah, tas, sepatu, pakaian dll. Memang bukan barang mahal yang dibelikan Erick. Karena Erick tidak ingin sifat Rossa berubah dengan dimanjakan oleh barang mewah. Dia perlu mengetahui ketulusan Rossa. Awalnya Rossa memang tulus mencintai Erick. Selalu berterima kasih atas pemberian Erick. 2 tahun bersama. Rossa berubah karena pengaruh dari Riko. Riko yang selalu iri dengan Erick terus berusaha mendekati Rossa. Segala kecurangan dilakukan. Menjatuhkan nama Erick di depan Rossa. Memberikan barang barang mewah untuk Rossa. Perlahan lahan Rossa pun tergoda. Awalnya hanya jalan dan makan berdua dengan Riko. Hingga akhirnya terjebak oleh Riko. Rossa pun ditiduri oleh Riko. Padahal 2 tahun bersama Erick. Erick selalu menjaga kehormatan Rossa. Tidak terpikir olehnya untuk mengambil kesucian Rossa. Walaupun Rossa pernah menawarinya dengan alasan mencintai Erick. Tapi Erick tidak tergoda. Semua semata mata demi kehormatan Rossa. Mereka pun putus menjelang kelulusan Erick. Erick memang lebih dulu lulus dari mereka. Walaupun dari angkatan yang sama. Erick lanjut ke mantan kedua, Kristina Bella. Erick tidak pernah mencintai Bella. Dia dijodohkan oleh NaiNai Erick atas pengaruh dari A Suk Erick. NaiNai adalah panggilan Erick kepada neneknya. Ibu dari Papa Budiman. A Suk Baguna adalah adik laki laki dari Papa. Dia memang sering melakukan tindakan yang tidak disukai keluarga Erick. Perjodohan Erick dan Bella adalah salah satunya. NaiNai yang terpengaruh siasat licik A Suk Baguna, memaksa Erick bertunangan dengan Bella. Erick menolak dan NaiNai tetap mempertunangkan mereka. Erick terpaksa menerima. Kemudian mencari cara agar pertunangan dapat dibatalkan. Papa pun mendukung rencana Erick. Karena menduga ada yang tidak beres. Erick dan Papa bekerja sama. Rencana pun disusun. 2 bulan kemudian. Akhirnya mereka berhasil mengungkap seperti apa sebenarnya Bella kepada NaiNai. NaiNai pun setuju membatalkan pertunangan. Erick dan keluarga selamat dari siasat licik A Suk Baguna dan komplotan Bella. Erick pun menuntaskan cerita. Kiranti mendengarkan dengan antusias. Dia senang si Om mau berbagi cerita masa lalunya. Mereka memang mantan dan masa lalu si Om. Sedangkan Kiranti adalah masa depan si Om. Di mana perlahan lahan rasa suka mulai muncul dalam diri Kiranti. Komunikasi dan kedekatanlah yang diharapkan dapat semakin menumbuhkan rasa cinta Kiranti dan si Om. Saat ini memang si Om hanya menceritakan secara ringkas tentang mantan dan masa lalunya. Tapi si Om berjanji akan menceritakan lebih terperinci mengenai kedua mantannya. Tidak ada yang berusaha ditutupi oleh si Om. Jujur dan terbuka apa adanya itulah yang ingin disampaikan si Om. Karena malam mulai larut. Mereka memilih menyudahi obrolan mereka. Tapi sebelumnya ada sesuatu yang dikatakan si Om. "Maukah kamu datang ke kantorku besok?" ajak si Om. "Saya belum siap mental pergi ke kantor Om. Apalagi perginya bersama sama Om." kata Kiranti. "Baiklah kalau kamu merasa belum siap tidak apa apa. Tapi jika kamu ingin pergi, bilang saja padaku. Atau kamu bisa minta diantar Mbak Sri jika aku tidak di rumah." balas si Om. Kiranti beranjak menuju kamarnya. Tetapi langkahnya terhenti kala menatap kamar misteri. Si Om bilang itu bukan kamar pesugihan. Jadi kamar apa dong? Kenapa harus dikunci dan tidak membiarkan orang luar atau bahkan para ART masuk. Apakah itu kamar horror? Ada penghuni makhluk gaib? Kiranti jadi merinding sendiri. Si Om yang juga beranjak menuju kamar. Memperhatikan Kiranti yang menatap kamar tersebut. 'Akan ada saatnya kamu tahu' batin si Om. Rasa penasaran Kiranti memang belum hilang akan kamar tersebut. Malah semakin tinggi dan tinggi. Karena belum adanya jawaban dari si Om. Dan si Om meminta dia menunggu sampai mereka telah menikah. Ada apa sebenarnya? Kiranti pun hendak melangkah menuju kamarnya. Tapi suara si Om membuat dia sedikit kesal. "Hayoo. Ngapain ngelamun di sini? Nunggu aku nemani bobok ya? Mau aku peluk waktu bobok ya?" tanya si Om menggoda Kiranti. Kiranti yang takut dipeluk dari belakang lagi, langsung pasang kuda kuda siap menghajar. Si Om yang trauma dihajar sedikit mundur. Tapi kembali menggoda. "Jangan pasang kuda kuda dong. Kita pasang 'kuda kudaan' saja gimana?" goda si Om. "Belum nikah kita Om." ujar Kiranti setengah berteriak. Waduh si Om tidak lihat situasi dan tempat. Hasilnya Papa Mama keluar kamar mereka karena mendengar percakapan mereka. Begitu juga Ayah Ibu. Wajah mereka terlihat marah. "Kalian jangan buat m***m sebelum nikah. Tidur sana di kamar sendiri." perintah Papa dengan tegas. Wajah Ayah dan Ibu terlihat lega mendengar ucapan Papa. Kiranti menunduk malu. 'Maaf." ujar Kiranti. Kemudian segera berjalan masuk kamarnya. Kenapa mesti malu sih. Yang salah kan si Om. Ngomong asal asalan. Sudah bikin kesal setelah itu yang lain pun salah paham pula. Di luar Erick hanya cengar cengir saja. Lalu beranjak ke kamarnya juga. Masuk ke kamar kemudian hanya menggaruk kepala. Padahal tidak gatal. Berpikir pasti telah berbuat salah. Tapi apa? Kan dia hanya iseng saja. Tidak berbuat yang aneh aneh. Tapi memang perkataan isengnya sedikit keterlaluan. Orang bisa salah paham. Dan mengira mereka telah melakukan hal tidak senonoh sebelum nikah. Tapi ya sudahlah mending tidur daripada memikirkannya. Biasalah si Om mah santai saja seolah tidak ada masalah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN