Bagas terlihat mendecak lirih. Pemuda jangkung itu berjalan lebih dulu diikuti Azzam dan juga Maliq di belakangnya. Ketiganya hendak menaiki ekskalator menuju lantai dua. "Gue yakin bangat. Azura itu cuma ngehalu, masa dia suruh gue kesini dulu jagain Alvaro. Padahal kalian tahu semua kan, Alvaro belum ada kabar sama sekali?" Ujar Bagas sudah berdiri menghadap Azzam dan juga Maliq yang kini mendongak kearahnya dengan ekskalator yang bergerak naik. Azzam membasahi bibir, "mungkin Azura lihat orang yang mirip seperti yang lo bilang kemarin. Makanya dia klaim kalau itu Alvaro," balas Azzam dengan wajah tenangnya, Maliq mengangguk membenarkan sembari mendongak lagi menatap Bagas yang sudah berbalik berpijak pada lantai dua. "Emang Azura tuh harus dijauhin sama drama korea, dia makin lama ma

