Bumi Bagaisar "Eh, Bum?" Suara Rildi ketika kami berpapasan di depan kamar tamu, dia yang baru menutup pintu terlihat sangat senang ketika meliat aku menghampirinya. "Di rumah lo ada keluarga besar lagi?" Dia tertawa. "Hahaha sarkas!" Jawabnya. "Nggak lah, ini gue nginep karena lagi pengen aja." Aku mengangguk-angguk. "Ini mau pulang?" "Kaga, mau makan gue lapar." "Rumah gue kayak hotel." Dia tertawa lagi, kali ini tawanya terdengar lebih kencang dari sebelumnya. Seolah-olah memang kami masih memiliki hubungan yang baik, seolah-olah memang semalam dia tak melakukan kesalahan apapun padaku. Setidaknya, aku pernah memberikan dia sebuah rasa kemanusian yang terbaik walau akhirnya aku dihancurkan dengan tidak baik-baik. "Lendra mana? Gue lagi seru ngobrol sama dia." "Mandi." "Gue ke

