Bumi Bagaisar Hampir semua kisah hidupku sudah Rildi saksikan semua, baik betapa bodohnya aku ketika dulu aku sedang mencintai seseorang atau betapa setianya aku dulu kepada laptop dan juga buku-bukuku. Betapa sukanya aku kepada si bola bundar orange, betapa aku pernah menangisi seseorang karena aku terlalu menyukainya dan betapa lelahnya aku menjadi diriku sendiri, saat semua kata yang menyakitkan selalu kuucapkan dengan tidak apa-apa, ini bukan apa-apa jika keluargaku tak tahu dan tak menyaksikannya maka ini semua bukan apa-apa dan aku bisa melaluinya seorang diri. Rildi menyaksiksan semua momen itu, dia ada disampingku mengikuti setiap proses yang aku lalui hingga saat ini. Tapi kenapa saat ini dia melakukan semua ini padaku? Padahal, pada setiap momen hidupku dia ada. Hadir sebagai s

