"Sepertinya kamu telah menguasai ilmu pedang yang aku miliki, sekarang ikuti aku."
Ucap ki mayit kepada pangeran merah, setelah pangeran merah merasa cukup mahir memainkan pedang hitam di tangan nya.
"Seperti yang aku katakan. Peta rahasia goa dan sungai hitam abadi hanya bisa di lihat dari cermin ajaib. Namun untuk sampai ke dekat goa, para penghuni bukit sayang pasti akan menyerang mu." Kata ki mayit melanjutkan.
Setelah mereka sampai di sebuah ruangan. Yang di dalam nya terlihat sebuah meja. Di atas meja ada sebuah cermin.
"Sekarang kau kerahkan tenaga dalam mu seluruh nya ke pedang mustika ular hitam. Dan goreskan pada kaca itu." ucap ki mayit.
Meskipun pangeran merah tidak tahu maksud dan tujuan ki mayit. pangeran merah tetap melakukan apa yang di katakan ki mayit.
Pedang mustika ular hitam memancarkan sinar hitam.
Raungan seperti tangisan ribuan setan di neraka memekan telinga, dan panas luar biasa memancar dari pedang ular hitam. Ditambah bau anyir terasa membuat sesak di d**a. Tapi itu semua tidak dirasakan oleh pangeran merah.
"Cepat lakukan.." Perintah ki mayit.
Bau anyir yang menyesakan d**a seperti membongkar d**a ki mayit. Belum lagi hawa panas yang luar biasa. Apalagi pekik seperti tangisan seribu setan menyakitkan telinga.
Meskipun tenaga dalam ki mayit sangat tinggi. Tapi pedang itu benar-benar suatu senjata mengeri kan.
Pangeran merah menggoreskan pedang ke kaca di atas meja. Sinar hitam memancar dari pedang, seperti menyelimuti seluruh kaca.
treng, blegar...
Suara pecahan kaca terdengar, disusul dengan suara ledakan dahsyat mengguncang ruangan itu.
Ki mayit terlempar ke dinding ruangan. Sementara Pangeran merah merah seperti di bungkus sinar hitam memancar dari pedang ular hitam.
Pangeran merah seperti tidak terpengaruh oleh ledakan itu.
Di dekat dinding, terlihat Ki mayit duduk memejam kan mata sambil tangan terlipat ke d**a. Muka nya nampak pucat.
Kemudian dia berdiri dan berjalan ke arah Pangera merah.
"Hmmm... senjata yang luar biasa.."Gumam nya.
Di atas meja, cermin itu terlihat pecah menjadi dua bagian. Satu agak besar, satu nya lagi sebesar hp android yang bisa di masukan dalam saku.
"Pangeran merah, Sekarang kau lihat, cermin itu telah terbelah. Hanya beberapa senjata saja yang bisa membela nya tanpa mengurangi kesaktian nya" Terang ki mayit.
"Senjata apa saja ki.?"
"Pedang ular putih, keris kelok sembilan dan keris naga emas." Jelas ki mayit.
"Sekarang kau simpan pecahan kaca ini, karena hanya dengan kaca ini lah kau bisa menemukan jalan menuju.. Air hitam abadi." Kata ki mayit.
"Namun seperti yang kau tahu. Kaca ini hanya kan bekerja dengan tetesan peluh makhluk yang habis b******a. Dan hanya tuan nya yang bisa memerintah." jelas ki mayit.
"Sekarang teteskan darah mu ke kaca ini." kata ki mayit sambil menyerah kan kaca.
"Apa ada kata yang harus di ucapkan saat meneteskan darah" Tanya pangeran merah.
"Kaca ajaib aku tuan mu. Itu yang harus kau baca di setiap tetesan darah mu mengenai kaca. Hanya tiga tetes." Jelas ki mayit.
Pangeran merah mengigit ujung jari nya. Kemudian meneteskan ke kaca .
"Kaca ajaib aku tuan mu, kaca ajaib aku tuan mu, kaca ajaib aku tuanmu." ucap pangeran merah saat darah nya menetes di kaca.
Asap hitam menyelimuti kaca sehabis tetesan darah ketiga. Sesaat kaca bergetar kemudian melayang di angkasa. Kejap berikut nya hinggap lagi di tangan pangeran merah.
"Seperti nya kaca ajaib itu menyukai mu. Jika tidak maka tidak akan ada reaksi apapun. Kaca pun tak akan beda dengan kaca biasa." jelas ki mayit.
"Kita harus melakukan percintaan masal di tempat ini. agar kau bisa mndapatkan peluh cinta yang cukup untuk perjalanan. Aku akan memanggil nyai kesini, juga para siluman. Dan kawan mu b******a akan aku panggil manusia yang melakukan pesugihan kepada salah satu siluman bawahan ku." Ucap ki mayit.
"Kau harus merubah wajah mu ke bentuk yang tidak menakutkan." Perintah ki mayit.
"Baik ki"
"Hmm seperti nya ruangan ini terlalu sempit. Kita pindah ke ruangan yang lebih besar." Ucap ki mayit setelah mereka berdua merubah bentuk.
Di ruangan yang pertama pangeran merah jumpa dengan ki mayit. Di sana lah ritual seks akan di buat.
Setelah mereka sampai di ruangan itu. Ki mayit meraup tangan nya kedepan seperti mengambil sesuatu.
Kejap berikut nya, nyi bungkuk dan beberapa siluman lainnya telah berada di rungan itu.
"Aku memanggil nyai dan kalian ke ruangan ini adalah untuk pengambilan peluh cinta. Yang akan di pakai oleh pangeran merah untuk perjalanan nya menuju sungai hitam abadi." jelas ki mayit.
"Namun kalian herus merubah bentuk kalian menjadi bentuk manusia. Aku akan memanggil manusia yang memuja siluman bawahanku dan telah mengenalku, untuk mencari rezeki atau lebih di kenal melakukan pesugihan. Dia lah Teman pangeran merah b******a nanti nya." kata ki mayit.
"Kita akan melakukan b******a masal di ruangan ini. Sekarang kalian berubah lah" ucap ki mayit.
Nyi bungkuk yang tadi nya nenek Tua bungkuk jelek bermuka hitam, berubah jadi perempuan cantik jelita.
Begitu juga dengan para siluman yang tadi nya hewan berkepala manusia. Sekarang berubah menjadi wanita cantik berpasangan dengan laki-laki tampan.
Ki mayit kembali menggerakan tangan nya, seperti mengambil barang.
Kejap berikutnya hadir seorang wanita cantik. Body aduhay di depan mereka.
"Tuanku memanggil hamba." ucap perempuan tersebut.
Dia adalah asli manusia, yang mencari harta lewat pesugihan dengan jalan ngipri. Pokok nya saat di butuhkan melayani seksual, wanita itu harus mau melakukan nya.
Tanpa peduli dalam keadaan bagaimanapun. Jika wanita ini menolak. Nyawa taruhan nya, dan wanita ini akan di bawa ke alam ghaib. Akan di siksa.
"Kamu beruntung malam ini, karena yang kamu layani adalah seorang pangeran." Kata ki mayit sambil menunjuk sang pangeran.
"Namun roh kamu hanya bisa bertahan dua jam. Makanya sebisa mungkin kamu memberikan pelayanan lebih kepada pangeran merah. Agar dia cepat k*****s. Dan kamu pun selamat. Ucap ki mayit.
"Baik tuan, hamba mengerti." Kata perempuan
Perempuan itu tersenyum senang. Dia bisa melepaskan libido seks nya dengan laki-laki rupawan di depan nya.
Laki-laki yang gantengnya melebihi suami nya di rumah.
Rata-rata yang di layani nya adalah pria ganteng semua dalam pandangan nya. Makanya di alam nyata dia tidak nafsu lagi kepada suami nya.
Seandai nya dia tahu kalau yang di layani nya, aslinya buruk rupa. Dan setiap b******a inti sari kehidupan nya di sedot. Apapagi Hukum akhirat telah menunggu. Mungkin dia tidak akan mau.
Namun kilauan dunia membutakan matanya.
Dalam ruangan itu terjadi percintaan masal. Desah nafas dan pekik kenikmatan memenuhi ruangan itu. Dan mereka pun saling bergantian dengan pasangan lain nya.
Setelah semua selesai, setiap peluh dari tubuh masing-masing di teteskan kedalam sebuah botol. Dan setelah memasukkan tetesan peluh kenikmatan kedalam botol semuanya. Botol itu di serahkan kepada pangeran merah.
Kemudian semua menghilang, yang tinggal hanya ki mayit, nyi bungkuk dan pangeran merah.
"Ini setiap kau ingin menanyakan apapun kepada kaca ajaib. Kau harus meneteskan nya, sambil berucap, kaca ajaib tunjukan padaku, kemudian kau sebutkan permintaan mu. Kau paham pangeran merah." Tanya ki mayit.
"Paham ki" Jawab pangeran merah.
"Sekarang kau pulang lah kekerajaan mu. Kau telah tahu bagaimana cara nya kan?" Tanya ki mayit.
"Paham ki" jawab pangeran merah.
"Nah pulang lah" Ucap ki mayit.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Saat aku kembali ke bukit mambuik. Ki Hurib, Domo, Dumu, dan Ki kuntet telah menunggu di tempat itu.
Aku berjalan ke arah ki hurib dan salam sungkem kepadanya. Begitu juga dengan Shiva.
Kemudian ki Hurib berjalan ke arah kiyai, dan menyalami kiyai dengan cara sungkem.
"Ki kuntet sudah lama di sini?." Tanya shiva kepada ki kuntet.
"Sudah tuan putri. Ternyata anunya tuan putri suka anu yang panjang." Ucap ki kuntet.
"Hust.. Gak boleh ngomong begitu." Ucap Shiva.
"Maksud saya latihan tuan putri suka memakai waktu yang panjang." Jelas ki kuntet.
"Ooh." Ucap shiva.
"Panjang anu nya sekitar berapa ya?" Kata ki kuntet.
"Anu nya apa ki." Tanya Shiva.
"Maksud ku, panjang Waktunya, mungkin sekitar seminggu atau dua minggu lah." Kata ki kuntet.
"Haa.." Kata ku terkejut.
Aku merasa kami latihan hanya sebentar.
"Kalian dengar perkataan ku." Ucap Kiyai Mustakim.
Kami semua terdiam memandang serius padanya.
"Perbedaan waktu antar alam jauh sekali bedanya. Karena berbeda di mensi. Alam manusia lebih rendah di mensi nya di bandingkan alam ghaib. Makanya manusia tidak bisa melihat alam ghaib. Namun." Kata kiyai mustakim diam sejenak.
"Namun manusia mampu mencapai dimensi tertinggi yaitu dimensi makrifat " Kata ki kuntet.
" Alam manusia juga memiliki berbagai level keadaan. Ada pengemis, Ada fakir, Ada sederhana, Ada kaya, politik dan lain nya. Di alam ghaib perbedaan itu di bedakan dalam tingkatan dimensi didalam dimensi." Ucap kiyai.
"Ada banyak dimensi lain di alam ghaib. Yaitu Siluman, Roh gentayangan, ghaib dalam ghaib. Dan banyak lagi lain nya." Ucap kiyai
"Di atas alam kalian adalah alam malaikat, Para malaikat bisa melihat kalian, Tapi kalian tidak bisa melihat nya." Lanjut kiyai.
"Di atas alam malaikat adalah alam makrifat.Alam yang melampaui batas segalanya. Hanya orang suci yang bisa menembus alam ini." Ucap kiyai
"Pada dasar nya, semua manusia itu suci. Namun sumpah para iblis menyesat kan manusia. sehingga jatuh lebih rendah dari binatang. Disini lah jin berperan. Ada dengan cara masuk ke dalam mata manusia. Dan bisa melihat alam diatas dia. Tapi neraka menunggu." Ucap kiyai.
"Ada satu dimensi alam yang Unik. Yaitu dimensi paralel. Dimensi paralel adalah dimensi gabungan antara kedua alam, Alam ghaib dan alam nyata. Di sana ada yang sangat mirip bentuk nya dengan alam manusia ataupun alam ghaib. Namun itu terbagi jadi beberapa tempat."
"Salah satu nya alam paralel yang tertinggi kasta nya adalah Alang-Alang. Negeri yang kalian tuju. Disana hanya orang yang di pilih yang bisa memasukinya. Kalau seandai nya, ada yang nekad masuk kesana. Maka sesampai disana tubuhnya pasti hancur di serang penghuni nya." Jelas kiyai.
"Di tambah lagi perjalanan kesana penuh rintangan yang mengerikan. Nyawa taruhan nya." Jelas kiyai.
Aku hanya terdiam saja mendengar penjelasan nya.
"Bagaimana dengan portal atau memasuki alam ghaib, kiyai?" Tanyaku.
"Portal alam ghaib atau pintu gerbang alam ghaib . Adalah Sesuatu yang bisa di buka oleh tenaga tertentu, atau tekanan nada suara yang mampu merubah atom dan energi di sekitar. Semakin kuat tenaga sesuatu yang menembus portal. Semakin cepat sampai nya. Namun saat tenaga melemah. Antara alam ghaib dan nyata akan sangat jauh." Kata kiyai.
" Tidak sedikit manusia yang tersesat di dalam portal. Karena belum memiliki tenaga yang kuat. Atau tekanan nada suara yang tidak pas." Ucap kiyai.
"Namun Dunia paralel. Sangat jarang memiliki portal. Tapi hanya memiliki jalan menuju ke sana." Tambah kiyai.
" Alang-alang adalah negeri yang tidak mempunyai portal ghaib. Hanya memiliki jalan kesana. Atau portal itu mungkin ada. Hanya saja, masyarakat di sana lah yang mengetahui kunci atau cara membuka nya." Ucap kiyai lagi. Kemudian beliau memandang Shiva.
"Shiva kamu memegang cincin dari negeri Alang-alang yang di berikan Hurib kan?" Tanya kiyai pada siva.
" Benar kiyai" Kata shiva.
"Itu dari dimensi paralel. Cukup membantu kalian untuk membuka goa itu." Kata kiyai menujuk ke arah tebing batu.
"Shiva pasang cincin itu sekarang di jari mu, Alirkan tenaga dalam mu ke cincin. Arah kan sinar nya ke dinding batu. Maka akan meredam ledakan dari pagar ghaib yang berbenturan dengan tenaga dalam mu." Ucap kiyai.
"Jika terjadi ledakan, penghuni disini akan mendengarnya. Meskipun tak mampu melihat kita. Karena aku memasang tabir ghaib disini. Nah Tabir ghaib Inilah salah satu contoh ghaib dalam ghaib." Ucap kiyai.
" Kalian pasti sudah tahu. Di puncak bukit mambuik ini adalah salah satu kota nya sibunian, jin, siluman dan makhluk ghaib lain nya. Jika mereka mendengar ledakan itu. Mereka akan datang kesini dan akan membuat kita repot." Ucap kiyai.
Aku mengerti. Aku lihat shiva mengangguk, pertanda dia juga mengerti.Shiva lalu memasangkan cincin itu di tangan nya.
"Lakukanlah sekarang, namun yang boleh masuk ke dalam goa hanya Frangky dan Shiva "Perintah kiyai.
Aku lihat shiva memasangkan cicin di jari manis tangan kanan nya. Kemudian aku jalan dengan nya ke arah tebing batu.
Tangan shiva terlihat mengeras. Shiva seperti nya telah mengerahkan tenaga dalam ke tangan nya.
sinar merah keluar dari cincin Shiva. Sinar itu menabrak dinding. Namun tak ada suara sama sekali.
Dari dinding batu itu memancar cahaya warna-warni. Yang akhir nya membentuk sebuah lobang. Yang bisa di lewati.
"Kalian masuk lah ke dalam cahaya itu. Di balik cahaya itu lah goa tempat ular putih semedi." Perintah kiyai.
Aku dan Shiva melangkah memasuki lobang yang di buat oleh Cahaya tersebut.
Setelah melewati Cahaya, Aku melihat sebuah ruangan goa. yang luas nya cukup luas, sekitar seratus meter.
Setelah kami di dalam goa, cahaya itu menghilang. Tapi ruangan ini cukup terang.
Ternyata cahaya itu terpancar dari tubuh ular sebesar batang kelapa lagi tidur di tengah ruangan.
Bulu kuduk ku merinding melihat ular sebesar itu. Shiva yang keseharian melihat makhluk aneh. Sempat tersurut beberapa langkah karena terkejut.
"Sayang besar kali ular nya." Ucap Shiva padaku.
"Benar sayang, tapi bagaimanapun kita harus mampu mengalahkan nya, Demi cinta kita." Ucap ku.
Ternyata satu kata yang aku ucapkan, membuat semangat shiva menggebu.
"Baik sayang, kita pasti bisa mengalahkan nya. Tapi dia lagi tidur. Kalau kita pukul sekarang rasa nya kurang pas. kita baca salam aja dulu bagaimana." Kata shiva.
Ini lah Shiva ku. wanita yang sangat lembut hati nya.
" Boleh sayang, ucap ku."
"Assalamualaikum.." Kata kami serentak.
Namun dari ular tersebut tidak ada reaksi apapun.
" Sayang..."
Baru saja aku bicara sayang. Ular itu bergerak.
Ular itu bangkit dan kepala nya menghadap ke arah kami. Mulut nya terbuka lebar. Seakan mau memakan kami berdua.
"Sayang kita pukul dia dengan pukulan guntur perkasa." Kata shiva padaku.
"Ok sayang." Jawab ku.
Tangan kanan ku berhawa panas aku lepas kan. sesaat kemudian tangan kiri ku berhawa dingin aku lepas kan.
Begitu juga dengan shiva. Hawa panas dan dingin tumpang tindih dalam ruangan itu.
Suara ledakan mengguncang ruangan goa.
Tapi jangan kan terluka. Bergeming saja tidak ular itu. Sungguh luar biasa. Padahal pukulan guntur perkasa, mampu menghancurkan batu besar.
"Sayang sepertinya kita harus meningkatkan pukulan kita. Kita hajar dia dengan pukulan Energi alam." Kataku.
"Ok siap" Kata shiva.
Lalu aku mengumpulkan energi alam di sekitar ku. Aku melepaskan pukulan itu. Ular putih di saat yang sama mematuk kan kepala ke arah kami.
blegar..
Ledakan besar terjadi lagi. Ular putih seperti terbelanting ke belakang. Sesaat kemudian dia bangkit lagi.
"Sayang, ular itu terbuat dari apa ya. Masak kenak pukulan gitu gak apa-apa." Ucap Shiva kesal.
"Oh ya sayang, kita hajar aja pakai pukulan quantum." Ucap shiva.
Aku hanya mengangguk.
Kami segera memulai energi quantum.
Jika berada di luar biasanya langit berubah. Namun karena berada dalam goa , aku tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang.
Yang jelas bebatuan sekeliling kami bergerak melayang. Goa seakan di landa gempa.
Pukulan quantum kami lepaskan ke arah ular putih.
Buuumm...blegar..
Ledakan sangat dahsyat terjadi. Aku dan shiva terlempar beberapa langkah kebelakang.
Sesaat dalam goa berubah gelap.
Kejap berikut nya, Mulai terlihat cahaya berpendar di depan kami.
Ular tadi hilang berganti kan pedang. Cahaya yang berpendar berasal dari pedang itu.
Pedang kemudian melayang-layang di angkasa. Aku segera bersiap menerima segala kemungkinan.
Pedang itu se akan mengelilingi Shiva Tujuh kali. Kemudian mengeluarkan suara.
"Selamat datang sepasang pendekar beda alam yang sakti. Aku adalah Roh yang menjelma menjadi ular. Dan sekarang menjadi pedang. Namaku ronggini. Aku akan ikut dengan kalian. Tepat nya aku akan ikut dengan Shiva." Ucap nya.
"Kalian orang yang mampu menaklukkan ku yang kedua." Ucap nya.
"Dahulu saat aku menjadi sesosok roh. Aku melakukan pertarungan dengan kiyai mustakim. Saat itu aku memang sedang dalam dunia sesat. Aku kalah oleh beliau. Kemudian aku di masukan dalam sebuah pedang." Terdiam sesaat
" Aku dahulu nya sepasang. Sekarang yang mungkin kalian pernah dengar pedang ular hitam. Dia adalah ki ronggo. Bekas pasanganku." ucap nya.
"Aku dan dia berubah pandangan, dan bertolak belakang dalam prinsip. Dia masih dalam dunia hitam, Aku benar-benar tobat setelah di kalah kan kiyai mustakim.
"Aku setelah dia masukan ke dalam pedang. Hanya pernah satu kali di pakai menghadapi pedang ular hitam, atau pasangan ku sendiri." ucap nya.
"Ular hitam nama aslinya Ronggo Dia di taklukan oleh Raja neraka, Raja neraka adalah sesosok jin durjana. Raja neraka di kalahkan oleh kiyai mustakim. Dan semenjak itu lah aku di tanam oleh Kiyai mustakim di goa ini." Sambung nya.
"Tadi kiyai telah menghubungiku. Beliau katakan jika kalian mampu mengalahkan aku. Maka tugas ku mengikuti kalian. Dan menjaga kalian dari bekas suami ku sendiri, Atau pedang mustika ular hitam. Kalian tetap bisa berkomunakasi dengan ku. Namun aku hanya bisa mengikuti satu orang, yaitu Shiva." ucap nya.
Pedang itu melayang turun sebatas pinggang. Dan melingkar di pinggang Shiva.
Dengan cahaya dari pedang kami bisa melihat sekeliling. Di sudut ruangan ada benda berkilau Sebesar kepala bayi.
Saat aku dekati, ternyata benda itu adalah emas.
"nyi Ronggini, apakah emas ini boleh di bawa." Tanya ku.
"Boleh, bawa saja. Di dunia manusia itu sangat berguna. Mungkin suatu masa akan berguna bagi kalian." Ucap nya.
"Sayang ayo kita pulang." Kataku pada shiva.
"Ayo sayang kata shiva." Kata shiva.
Shiva melakukan hal yang sama seperti awal tadi.
Di luar mereka masih menunggu.
pedang di pinggang shiva bergetar saat berjumpa dengan kiyai, Seperti nya dia merindukan kiyai.
"Pergilah nyi." Kata shiva.
Seperti nya shiva memahami getaran tersebut. Meski getaran tanpa suara.
"Terima kasih shiva." Jawab nya.
Suara ini mungkin hanya kami bertiga yang mendengar nya. Kiyai, Aku dan Shiva.
Aku tersenyum melihat nya.
Pedang yang melingkari pinggang shiva seakan terbang. Beberapa kali memutari tubuh kiyai. Kemudian mendarat di bahu kiyai seperti selendang.
"Maafkan aku kiyai.Aku merindukan ceramah mu sebagai anak sama bapak nya." Ucap suara berasal dari pedang.
"Sama-sama nyai. Saya juga minta maaf menempatkan nyai dalam besi ini." Kata kiyai.
"Tidak kiyai, Saya senang disini. Mempunyai tujuan dan Tuhan." Katanya.
"Kiyai saya akan mengembara dengan Shiva." Ucap nya.
"Silahkan nyai. Tetap lah di jalan kebenaran" ucap kiyai.
Pedang itu memutari kiyai lagi.Kemudian menuju shiva dan melingkar di pinggang Shiva.
"Sekarang kalian sudah bisa lansung pergi ke bukit sayang, Kalian pergi lewat portal ghaib saja." Kata kiyai.
"Maaf kiyai, saya cemas bagaimana dengan keluarga Shiva di sana. Jika pedang ular hitam ditangan pangeran merah." Ucap ku.
"Kamu tenang saja." Ucap nya padaku.
"Hurib dan kuntet, bawa motor Frangky ke rumah nya. Ceritakan pada keluarga nya tentang kejadian ini. Kemudian pergilah ke Kobundokok." Kata kiyai
"Dan Hurib bawa keris kelok sembilan ini. Untuk menjaga segala kemungkinan yang akan terjadi." Kata kiyai kepada ki Hurib.
"Baik guru. Saya mohon pamit" Ucap ki Hurib.
Kemudian Ki hurib dan ki kuntet berjalan menuju kiyai. Mencium tangan kiyai. kemudian mereka berdua menghilang.
Aku lega sekarang.