Bukit sayang, setelah melakukan pesta syukuran. Dalam sebuah ruangan kami berkumpul. Ada Frangky, Ayah dan Ibuku, Kiyai Mustakim, Ki Hurib, Ayah Frangky, Sang Guru, Ki cipto alias sang murid, ada Ki kuntet si juragan anu, ada Domo dan Dumu juga ada Boneng.
Kami berbicara santai, topik yang paling hangat ya aku dan frangky.
Tentang awal kami jumpa, perjalanan ke bukit sayang, Mencari SANG KUNCI membuka THESAURUS BONDO/ GUNUNG PADANG.
"Pada saat nya nanti akan terlibat seorang perempuan, yang telah menjalani keras nya hidup dan percintaan. Namun dia menjadi orang sukses dia lah yang akan memintakan izin secara hukum nanti nya." Kata kiyai Mustakim.
Untuk lebih tahu kisah perempuan itu. Aku kasih bocoran dikit ni.
Baca buku "MENARI DALAM BADAI."
Nah ketiga buku itu bermuara pada buku THESAURUS BONDO/GUNUNG PADANG.
Pertama adalah Kisah ku sendiri "ALANG-ALANG, kemudian SANG KUNCI, dan satu lagi MENARI DALAM BADAI.
Aku tahu itu semua karena aku mimpi dengan Ki Saman dia yang cerita loh. Tapi diam-diam aja ya. Aku ceritakan hanya dikit ini aja.
"Kalian akan menemukan nya di suatu kota nanti. Yaitu Pekanbaru. Kalian akan tahu selengkapnya setelah mandi di sungai ajaib." Ucap kiyai mustakim.
"Namun saat ini Khusus Frangky dan Shiva fokus saja menuju negeri paralel Alang Alang. Walaupun kemungkinan terjadi perang besok siang di bukit sayang ini."Kata kiyai mustakim.
"Maaf kiyai perang maksudnya, gimana kiyai..?" Kata Frangky.
Tapi selain aku dan Frangky tidak ada yang terkejut. Seperti nya mereka sudah tahu.
" Besok siang akan terjadi serangan dari pasukan merah. Meski sebenar nya itu hanya pengalihan. Karena yang mereka bawa hanyalah sebagian prajurit saja." Kata kiyai.
" Pengalihan bagaimana maksudnya kiyai?" Tanya sang guru.
"Sebenar nya sang pangeran sedang mencari sungai hitam abadai. Tempat Raja Neraka berdiam selama ini. Disana pangeran akan mandi dan meminum air sungai hitam abadi itu. Agar bisa memasuki alam manusia. Sifat nya sama dengan negeri Alang-Alang. Bedanya, setelah mandi sungai hitam abadi. Tidak ada kemungkinan akan kembali kejalan yang benar." Terang kiyai.
"Jadi selamanya akan tersesat kiyai?" Tanya sang guru.
"Benar, selamanya akan tersesat. Karena hati orang yang telah meminum dan mandi sungai itu akan menghitam. Akan tertutup terkunci hatinya untuk kebenaran." Ucap kiyai.
"Aku melihat semuanya dalam zikir. Kita tidak akan bisa menghentikan pangeran merah kesana. Namun kita hanya mengusir prajurit nya." Jelas kiyai mustakim.
"Kenapa kiyai? Apakah kita tidak mampu kiyai?apakah kesaktian pangeran merah telah begitu hebat?. Mungkin kami, katakanlah tidak sanggup menghadapi nya. Tapi, kiyai adalah panutan dari negeri ghaib pulau ini. Tidak mungkin kiyai akan kalah." Kata sang Guru.
"Ini bukan masalah sakti atau tidak nya si pangeran merah. Namun Goa menuju Sungai hitam abadi hanya bisa di lihat dari cermin ajaib. Sementara cermin ajaib hanya di miliki oleh Raja Neraka. Cermin itu pasti di wariskan ke murid nya Ki mayit. Nah Pangeran Neraka adalah Murid ki mayit." Jelas kiyai.
"Apakah kiyai tidak bisa melihat lewat zikir..?" Tanya sang guru.
"Aku belum bisa menembus nya. Memang ada beberapa hal yang tersembunyi yang hanya di ketahui oleh makhluk tertentu. Itu lah menjadi bukti kekuasan Tuhan yang tanpa batas. Mungkin bisa saja ada cara lain atau orang lain yang tahu" Kata kiyai
"Perihal sungai hitam saat ini, dan yang aku tahu seperti yang aku katakan tadi." Jelas kiyai.
Semua terdiam, sibuk dalam pikiran masing-masing.
" Besok Frangky dan Shiva harus berangkat menuju negeri Alang-Alang. Sang guru sebagai penguasa di bukit sayang. Apakah ingin menyampai kan sesuatu kepada mereka, sebagai bekal bagi mereka nanti." Ucap kiyai.
"Rasanya sudah cukup ilmu dan pengetahuan mereka kiyai, Apalagi yang mendidik mereka Ki Hurib dan Kiyai Mustakim lansung. Di pulau ini sangat sulit mencari tandingan Kiyai dan Ki Hurib." Ucap sang guru.
"Rasanya sang guru terlalu merendah, dulu saya malah di kejar-kejar oleh sang guru, padahal wujud sang guru masih dalam bentuk emas. Apalagi sekarang sudah ke wujud asli, tentu lebih sakti lagi. Berkat saya lari itulah saya bisa jumpa negeri Alang-Alang." Ucap Ki Hurib sambil senyum.
Kata-Kata Ki Hurib lancar. Karena ada apel yang di makan nya.
"Maaf Ki Hurib waktu itu saya tidak tahu kalau Ki Hurib adalah murid kiyai mustakim. Kalau tahu mana berani saya. Dan ketika saya bertanya kepentingan Ki Hurib malah menggantung kata-kata seperti mengajar anak kecil, saya jadi saya kesal." Ucap sang guru
Kemudian mereka tertawa bersama. Seolah - olah kejadian itu lelucon.
"Tapi kan Ki Hurib sudah mandi dan minum di sungai ajaib. Tentu beda sekali sekarang ini. Namun yang jadi pertanyaan saya Apakah saat itu Ki Hurib benar menuju negeriAlang-Alang.?" Tanya sang guru.
" Waktu itu saya nyasar, saya di parintahkan guru mencari batu mustuka laut, dan menjaga di sana. Bukan mau dibawa. Karena Batu itu di buru oleh ki mayit. Eh saya malah salah bukit." Ucap Ki Hurib.
" Oh ya saya ingat, waktu itu saya pernah bentrok dengan Ki Mayit." Kata sang guru seperti mengenang kejadian itu.
"Kalau kiyai yang menyuruh Ki Hurib siapa yang berani melarang, kiyai adalah orang yang paling di takuti di negeri ghaib. Di tambah lagi sekarang Ki Hurib telah sangat sakti karena telah mandi dan minum di sungai ajaib. Batu mustika laut ada di Bukit kaya " Ucap sang guru.
"Kekuatan itu Hanya milik Allah, kita ini hanya di titipkan saja sebagian kecil ilmunya. Hanya setetes air di antara lautan yang tanpa tepi." Ucap kiyai memotong ucapan Sang guru.
Kiyai Mustakim seperti sengaja melakukan itu.
Semuanya terdiam.
"Sekarang batu mustika laut bukan jadi incaran mereka. Biarlah batu itu akan di temukan nanti oleh sang kunci. Kita kembali membahas tentang perang pengalihan besok. juga keberangkatan Frangky dan Shiva.
"Apakah nanti kita akan melakukan balasan ke negeri mereka kiyai..?" Tanya ayah ku.
"Jangan dulu, belum saat nya." Jawab kiyai.
"Kalau kita lakukan Serangan balasan, itu akan berakibat bagi Frangky dan Shiva. Mereka akan susah bahkan bisa saja mengalami hal yang tidak di inginkan." Jelas kiyai
"Karena mereka berdua adalah punya tujuan yang sangat berpengaruh bagi dunia, sebaik nya mereka menuju negeri Alang-Alang dengan perasaan damai dan santai." Kata kiyai
"Jadi Frangky dan Shiva, kalian tidak perlu cemas. Perang besok tidak akan mengakibatkan apapun pada kita.Juga pada pihak musuh. Yang ada hanyalah luka-luka kecil. Karena sifat nya hanyalah pengalihan." Ucap kiyai.
"Namun jika nanti ada ki mayit dan nyi bongkok turun tangan. Aku sendiri yang akan menghadapi mereka. Meskipun sebenar nya aku tidak ingin lagi mencampuri urusan seperti itu." Jelas kiyai.
Aku lega mendengar nya. Karena disini ada kiyai mustakim yang ilmu nya sangat tinggi ,Ada Ki Hurib, Ada sang Guru, ada ayah Frangky, ayahku, domo dan dumu, ki kuntet juga sang murid.
Banyak yang sakti disini. Aku tenang jadi nya.
"Sekarang sang guru saya harap mau mengantarkan mereka ke goa jalan menuju Alang-Alang. Dan sang murid ,Domi, Dumu Boneng dan ki kuntet. Atur prajurit." Kata kiyai.
"Baik kiyai" Kata mereka serentak.
"Frangky dan Shiva, ikuti aku" Ucap sang guru.
Aku dan Frangky berjalan menuju Sang murid. Kemudian Kami menyalami mereka satu-satu. Dan meminta Doa restu.
Kami di bawa Sang Guru kealam perbatasan. Tidak berapa lama jalan di alam perbatasan. Kami melihat sebuah celah batu, Yang cukup sempit.
Batu tersebut seperti batu biasa di alam nyata.
Celah nya sangat sempit. Hanya bisa di masukin satu orang saja, itupun seperti nya susah.
" Celah itu adalah pintu menuju negeri Alang-Alang. Sebenar nya itu adalah goa. Di dalam goa itu ada tiga terowongan yang sebelah kiri bercahaya hitam. Jika kalian masuk di sebelah kiri, maka kalian akan terjebak dalam dunia roh gentayangan. Jasad kalian akan menjadi santapan ular hitam yang menjadi tunggangan mereka. Namun roh kalian akan menjadi b***k di alam mereka. Sesakti apapun kalian. Kalian tak akan sanggup menghadapi mereka. Karena jumlah mereka sampai jutaan bahkan puluhan juta." Kata sang guru menjelaskan.
Aku bergidik ngeri jika ada orang atau makhluk apapun masuk ke dalam lorong itu. Ini kesekian kali aku mendengar cahaya hitam. Aku sedikit bingung.
"Hitam juga sebagiannya adalah cahaya. Sebagian adalah memang gelap itu sendiri. Keduanya sangat sulit di bedakan. Hanya bagi yang memiliki tingkat energi tinggi bisa merasakan gelombang nya. Nah yang cahaya itu adalah yang memiliki gelombang" Jelas sang guru. Seperti tahu kebimbangan ku.
"Jika kalian masuk kesebelah kanan, lorong yang bercahaya kuning ke emasan. Itu memang pantulan cahaya emas. Emas disana cukup banyak, bekas peninggalan kerajaan Jambulippo. Emas itu bisa membuat orang satu kampung kaya. Namun jika belum waktunya. Yang kalian hadapi disana adalah sesosok ular emas raksasa bersama dengan rakyat nya yaitu ular emas yang cukup kecil. Namun ular emas itu sangat banyak dan tubuh nya memiklki racun yang ganas, apalagi gigitan nya. Jangankan kena gigit nya, tersentuh saja bisa mati. Jika telah waktunya tiba, mereka akan hilang sendiri dari tempat itu." Kata sang guru.
"Mungkin kalian bisa menang melawan mereka. Namun yang kalian dapatkan hanyalah sebatas emas yang bisa buat kaya satu kampung. Tapi cinta kalian tak akan pernah bersatu. Seluruh bunian yang ada akan menjadi musuh kalian. Karena kutukannya menjadi abadi." Kata sang guru.
"Di jalur tengah adalah warnah putih. Itu lah jalan menuju negeri Alang-Alang. Cahaya putih itu sebenarnya pantulan cahaya dari benak raksasa gunung. Di ujung terowongan kalian akan menemukan batu berbentuk hidung. Itu memang benar sebuah hidung raksasa gunung. Jika kalian masuk kesebelah kiri lobang hidung nya. Maka kalian akan masuk lansung ke kerongkongan raksasa. Tubuh dan arwah kalian akan hancur di tengah larva yang sangat panas di perut raksasa. Namun jika kalian masuk ke sebelah kanan. Kalian akan terdampar di antara tenggorokkan dan otak nya. Disana lah kalian yang membuktikan apakah takdir kalian bisa sampai kenegeri Alang-Alang atau tidak. Jika tidak kalian akan mati disana di serang makhluk yang tinggal disana." Kata sang guru.
"Namun jika takdir ada ke negeri Alang-Alang. Kalian akan melihat sebuah lobang. Lobang itu adalah lobang hidungnya juga. Raksasa gunung mempunyai dua hidung. Satu disini satu lagi di negeri Alang-Alang. Kalian masuk lah ke lobang itu. Maka kalian akan sampai di negeri Alang-Alang. Namun rintangan kalian belum habis. Raksasa gunung dan penjaga di negeri itu akan menyerang kalian. Disini lah fungsi batu cincin yang ada di tangan Shiva. Kalian lihatkan cincin itu. Maka mereka kan membawa kalian. Namun jika tidak. Hancur lah kalian. Ki Hurib adalah orang yang paling beruntung. Entah bagaimana caranya dia bisa lolos dari itu semua. Dan ingat di dalam lobang hidung rintangan kalian akan cukup berat. Saling membahu dan bekerja sama lah." Jelas sang guru.
"Baik sang guru, terimakasih atas keterangan nya. Kami mohin izin dan doakan kami berhasil." Kata Frangky.
"Selamat jalan, doa kami.menyertai kalian." Ucap sang guru.
Aku dan Frangky segera memasuki celah batu tersebut. Aneh nya celah ini terlihat sangat sempit. Pas di masuki, aku merasa celahnya berubah lapang. Ini mungkin mengajarkan "Jangan menilai dari sesuatu yang terlihat. Sebab yang terlihat itu belum tentu kebenaran nya seperti itu".
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Di kerajaan merah, Pangeran merah nampak sedang berdiri di depan pasukan nya sambil ber orasi.
" Sebentar lagi kerajaan kita akan menguasai dunia. Untuk menguasai dunia, Aku Hanya perlu mandi dan meminun air Sungai hitam abadi. Namun karena letak goa nya ada di bukit sayang. Aku membutuhkan kalian pahlawan kerajaan ini, untuk mengalihkan perhatian mereka. Dan aku akan menjelma menjadi burung lalu mencari letak goanya. Tugas kalian disini sangat penting, Kalian lah yang menjadi kunci utama dalam pencarian ini. Nyawa jalian taruhan nya." Kata pangeran merah.
"Karena ini tugas yang sangat penting, jika ada yang menolak dalam tugas penting ini akan di anggap pemberontak. Hukuman pemberontak adalah hukuman mati. Dan bagi sanak keluarga nya akan menjadi musuh dari kerajaan. Apakah kalian bersedia dan mau menjalani tugas ini?" tanya pangeran merah.
"Siap, mau.." Kata mereka serentak.
"Baik lah jika semua sudah mau. Ayo kita berangkat sekarang." Ucap pangeran merah.
Karena mereka melakukan perjalanan melalui jalur ghaib.
Dalam sekejap waktu mereka telah tiba di bukit sayang.
Ternyata di bukit sayang telah di tunggu oleh prajurit kobundokok dan masyarakat bunian bukit sayang.
Terompet perang di bunyikan, Hiruk pikuk teriakan dan dentuman serta dentingan senjata terjadi.
Karena kalah banyak dan kesaktian pasukan merah terdesak. Akhir nya mereka mundur dengan menghilang.
Pangeran merah saat terjadi perperangan, dia merubah diri menjadi burung hitam kemudian terbang menjauhi arena perperangan.
Setelah cukup jauh dan merasa aman. Pangeran merah berubah ke wujud semula.
Pangeran merah mengeluarkan cermin dan botol kecil dari dalam kantongnya.
Pangeran merah meneteskan air dalam botol kecil ke cermin.
"Cermin ajaib tunjukan padaku, dimana jalan menuju sungai hitam." Kata pangeran merah.
Dalam cermin keluar suatu gambar seperti vidio di hp android.
Gambar tersebut berawal dari tempat pangeran merah berdiri, kemudian bergerak menuju utara.
Pangeran merah mengerti maksud nya. Pangeran merah mengikuti arahan dari cermin ajaib.
Sehingga Pangeran merah sampai di bagian utara puncak bukit.
Disana ada sebuah batu besar.
Di dalam cermin Pangeran merah melihat batu itu di tusuk pedang ular hitam, kemudian batu itu bergerak. Di balik batu itu ada lobang besar yang gelap.
Pangeran merah mengeluarkan pedang Ular hitam. Bau anyir serta suara seperti tangisan sejuta setan terdengar. Pangeran merah menusuk kan pedang ke batu besar itu.
Batu itu bergerak ke samping, Nampak menganga lobang besar yang kedalaman nya tak terukur.
Dalam cermin pangeran merah melihat gambar bergerak ke dalam lobang itu. Lalu batu di atas nya bergerak menutup.
" ki Ronggo seperti nya kita harus terjun ke dalam lobang itu." Kata pangeran merah.
"Benar pangeran, Pangeran harus yakin. Sekarang terjun lah. alirkan tenaga dalam pangeran. Dan terapkan ilmu peringan tubuh. Saya akan membantu pangeran, untuk mencapai dinding Goa ini. Setelah dekat dinding terapkan ilmu tapak cicak. Sehingga pangeran bisa menemper di dinding. Kemudian merangkak lah pelan." Kata suara dari pedang.
"Kalau dinding itu beracun celakah lah kita ki." Sahut pangeran.
"Pangeran tidak usah cemas. Selagi aku bersama pangeran, tak akan ada racun yang mampu membunuh pangeran, karena aku adalah Racun di atas racun."Kata pedang ular hitam sombong.
"Lakukan sekarang." Perintah pedang ular hitam.
"Baik lah ki" kata pangeran merah. Kemudian terjun kelobang hitam.
Batu yang di atas nya menutup. Sehingga lobang itu sangat gelap.