Dengan perasaan marah Bagus menarik tubuh Rahman dan langsung memukul wajahnya. “b******n! Kamu apakan adikku!” serunya gusar. Tubuh Rahman terpental mendapat pukulan Bagus. Belum sempat dia bangkit, Bagus kembali memukulnya bertubi-tubi. Bu Wiryono tercekat. “Bagus! Hentikan…! Hentikaaan…!” pekik wanita itu mencegah perbuatan anaknya. “Biarkan saja, Bu! Dia harus dihajar karena telah menyakiti Indah!” sahut Bagus tak peduli. “Kamu jangan salah sangka! Dia baru saja menolong Indah melepaskan pengaruh guna-guna dalam dirinya!” Bagus tersentak. Dia menghentikan pukulannya pada Rahman. Dia berbalik memandang ibunya seolah tak percaya. “Apa, Bu?” ucapnya dengan nada tak yakin.

