Saat prosesi pemakaman Hartuti dan bayinya, Bagus tak bisa menghadirinya karena dia harus mendekam di penjara. Bagus sekarang seperti orang linglung. Dia tidak mau bicara dan hanya diam melamun seperti patung. Indah khawatir kakaknya berbuat nekad. Untuk itu dia dan Widyanto, adiknya, sering datang mengunjunginya untuk sekedar menengok keadaannya atau mengiriminya makanan. Beban yang dipikul Indah kini semakin bertambah berat. Berbagai persoalan yang menimpa hidup keluarganya terasa memenatkan batin dan jiwanya. Rasanya Indah tak kuat menanggung semua derita ini. Untunglah ada Rahman yang senantiasa memberikan nasehat dan support pada dirinya. Kata-kata Rahman yang arif dan bijak terasa menyejukkan hatinya. Sedikit banyak hal itu bisa mengurangi beban dalam dirinya.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


