Persekongkolan Jahat

1166 Kata

Inilah saat manis yang telah lama dinantikan Indah. Dia tak bisa lukiskan betapa rasa bahagia tiba-tiba menyelimuti ruang jiwanya mendengar ungkapan hati Rahman. Andai saja dia tak ingat Rahman seorang muslim sejati yang tak sembarangan bersentuhan dengan wanita yang bukan muhrimnya, niscaya Indah sudah memeluk dan meletakkan kepalanya di d**a pemuda itu. Tapi Indah masih bisa menahan diri. Dia hanya bisa tersenyum kecil dan menunjukkan rona memerah di pipinya karena merasa malu.             “Aku merasa tersanjung dengan pengakuanmu itu, Man. Tapi mungkin kamu perlu tahu, kamu bukan pemuda pertama yang pernah menyatakan perasaan suka padaku. Sejujurnya pula kukatakan aku pernah menjalin cinta dengan beberapa pemuda sebelum ini tapi semuanya kandas di tengah jalan. Karena itu aku ingin ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN