"Kak Nino ke perpustakaan sendiri aja ya, Geva mau balik ke kelas." Nino menghentikan gerak kakinya, mencekal lengan Geva agar menghadapnya dan mengamati ekspresi cewek itu seksama, "Elo gak apa-apa kan?" Geva tersenyum dan mengangguk, "Nggak apa-apa Kak. Nggak usah khawatir." "Tapi—" Nino tidak percaya. Sering berinteraksi dengan Gevancia membuatnya sedikit-sedikit bisa membaca ekspresi dan tatapan mata cewek itu. Di wajahnya memang terukir senyum tapi tidak di matanya yang berkabut. Geva menatapnya dengan sorot mata meminta pengertian mengharuskan Nino akhirnya mengangguk. "Mungkin Gio melakukannya karena sesuatu hal—" "Geva tahu kak. Sampai jumpa di distro ya dan ah ya, Geva lupa kalau mungkin agak telat karena ada janji dengan seseorang sebentar. Nggak apa-apa kan?" "Nggak apa-

