Bab 21

1716 Kata

Kuputuskan kembali duduk di atas jok motorku usai menerima kembalian dari babang siomay. Meskipun kesal dengan babang itu, tapi aku tak mungkin memarahinya. Dia juga sedang mengais rejeki. Nafkah untuk keluarganya. Tak mungkin aku menyusul Sekar ke dalam gedung itu. Di lantai mana dia bekerja saja aku tak tahu. Gedung itu ada lebih dari dua puluh lantai. Bertanya ke resepsionis atau satpam, jelas tak mungkin. Ini bukan kantor kelurahan yang semua orang bakal kenal. Begonya memang aku tak pernah bertanya padanya dia kerja di lantai berapa, divisi apa dan nama kantornya apa. apalagi kantornya bukan perusahaan besar yang terkenal. Namanya pun juga tak mudah kuingat. Mungkin, kalau aku kepepet sih bisa saja aku tanya satpam. Pasti dia tahu jika aku menyebutkan detail pekerjaan Sekar. Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN