Dulu, satu sekolah sudah tahu kalau aku sama sekali tidak menyukainya. Lebih tepatnya males banget di sekolah berhubungan dengan bocah itu. Mana anaknya juga sok-sokan ikut-ikut organisasi di mana aku juga sebagai pengurusnya. Kalau ada kegiatan, aku ketuanya, ee bocah itu tahu-tahu juga gabung jadi panitia. Sore ini, aku sengaja menjemputnya. Sudah dua minggu sejak kami menikah, aku belum mengajaknya sekedar berbelanja memanjakan dirinya. Pantas saja kalau dia ngambek dan tak percaya padaku, kalau aku benar-benar sudah menjatuhkan pilihan padanya. Sebagai laki-laki, jika sudah menjatuhkan pilihan, pantang bagiku untuk mundur. Perkara Sakina yang sering membayangi hatiku, biarlah aku yang menanggungnya. Toh, dia juga akan segera menikah dan pindah dari kota ini. Semoga saja, itu sege

