(Tepi danau hitam, Texas.) “Alfatihah….” Raihan menggerakkan bibir, bermunajat agar makhluk-makhluk yang ada di sana berhenti menjadi ancaman bagi manusia sekitar. ‘Allohuma Ya Alloh… hamba tiada berani mendoakan keselamatan bagi mereka yang mati dalam keadaan menolakmu. Tapi hamba memohon padamu yang Maha Pengampun, agar mereka tak lagi jadi lantaran celakanya manusia. Allohuma Ya Alloh… hamba tiada berani mendoakan kebahagiaan mereka yang meninggal dalam keadaan menyangkal ketuhanan-Mu. Tapi hamba memohon padamu, agar Engkau berkenan memberikan kesempatan kedua pada jiwa-jiwa mereka. Aamiin….’ Usai bermunajat dalam hati, Sang Musafir Hitam menarik napas dalam-dalam sebelum membuka mata. Deg! Dirinya dikagetkan dengan kemunculan sesosok makhluk mirip kelinci sebesar kucing dengan tand

