Bel sedari tadi berbunyi. Namun beberapa remaja berseragam putih abu-abu itu masih berdiri di belakang kafetaria dengan rokok di tangannya masing-masing. Pemuda berahang tajam dengan seragam tak terkancing itu terlihat mengisap dalam batang rokoknya lalu mengeluarkan asap mengepul dalam mulutnya. Dengan duduk berjongkok mereka pun tertawa kecil sembari memgobrol. Suara langkah sepatu membuat pemuda berahang kokoh itu menoleh. Bibirnya tersenyum miring saat melihat Daewhi datang dengan menenteng kresek berisi aneka snack di dalamnya. "WOAAAAAAH!" Seru mereka bangga saat melihat remaja berambut belah tengah itu sudah berdiri menjulang tinggi di hadapan mereka. Daewhi berdehem lalu menjulurkan tangan menyerahkan pesanan para seniornya itu. "Makasih yah. Jadi gak enak nih ngerepotin lo mu

