Azzam melangkah ringan dengan senyum mengembang melewati koridor kelas. Pemuda jangkung itu tidak pernah menyangka akan mengajar dan menjadi guru sementara di sekolah lamanya itu. Pemuda yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu nyatanya tidak pernah bercita-cita ingin menjadi guru. Malahan ia masih bingung, apa sebenarnya passionnya sendiri. Dia memang menguasai beberapa mata pelajaran. Dia juga nyatanya memenangkan beberapa lomba dan menjadikannya seorang murid yang menjadi kebanggan sekolah. Siapa sangka. Seorang pemuda cerdas seperti Azzam berakhir dengan mengajar anak-anak yang sama sekali tidak sesuai dengan harapannya. Anak-anak yang memiliki tantangan sendiri bagi Azzam. Punya dunianya sendiri. Tidak pernah berbaur dengan anak kelas lain. Mereka mengasingkan diri? Saya

