Ruangan sempit itu terlihat menegangkan dengan tatapan Pak Teyo yang tajam menatap beberapa orang di hadapannya kini. Pria berambut yang sudah beruban itu berdehem pelan. Buat keempat remaja yang sedari tadi merunduk itu jadi mendongak kecil. Pak Teyo melirik kearah empat perempuan aneh di hadapannya kini yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya. "Jadi begini ibu-ib-" "Maaf pak, saya belum jadi ibu." Kata Azura memotong dengan wajah polosnya buat Pak Teyo menganggukan kepalanya lemah. Intan dan Alisa saling pandang dengan bibir mengulum ke dalam berusaha untuk tidak tertawa. Sedangkan Aisyah dan beberapa murid Azzam hanya melongos. Sudah biasa dengan sikap random seorang Azura. "Oke. Jadi begini ibu-ibu dan mbak-mbak." Kata Pak Teyo dengan sengaja menekan kata mbak tepat di ha

