Triple Sya?

1132 Kata

Azzam masih menatap nanar bayinya yang sudah tidak bernyawa. Pemuda itu merunduk dengan kelopak mata yang sudah basah. Kepalanya terdongak kecil berusaha untuk tidak menangis kuat sekarang juga. Alisa sudah beranjak dari tempat tidurnya dengan air mata yang sudah jatuh timpah riuh. Dokter pun hanya menghela nafas panjang dengan memapah tubuh Alisa yang masih lemah. Perempuan yang baru saja melahirkan itu mendekati bayinya dengan tangisan yang tertahan. Berusaha tidak histeris karena kehilangan bayi pertamanya itu. Pintu ruangan terbuka. Membuat semua yang berada di ruangan menolehkan kepalanya kearah pintu. Azura serta bundanya sudah melangkah masuk dengan paniknya karena tidak mendengar lagi tangisan bayi yang tadinya riuh saling bersahutan. "Kenapa pada nang... is?" Gumam Azura meli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN