"Dan kamu setuju?" Reina mengangguk. "Aku tidak ingin mengecewakan Reino, apalagi orangtuaku. Aku berusaha dekat sama Lugas, Lugas pun demikian. Setelah berjalan ternyata kami lebih cocok menjadi teman. Aku dan Lugas sama-sama menyadari itu. Lugas sering cerita dan minta pendapat juga tentang cewek yang ditaksirnya itu," lanjut Reina. "Terus ngapain ngasih mawar ke kamu?" "Bukan buat aku, tapi buat cewek yang ditaksir Lugas itu. Lugas tau cewek itu dipindah kerja ke Pahlawan, jadi dia membuat janji temu di Skyhigh." "Terus ngapain ngajakin kamu, kamu jadi kambing congek dong sayang." Dewa merasa lega dengan penjelasan Reina tadi. "Dia takut canggung, kan udah lama nggak ketemu. Makanya minta aku buat mencairkan suasana. Aku dan dia kan sama-sama perempuan, Lugas pikir akan lebih nyam

