Reina pov "Aku takut kamu dimarahin orangtuamu re___" Mas Dewa menghembuskan nafasnya. "Aku udah pikirin beberapa hari ini, gimana kalau kita mulai semuanya dari awal lagi?" lanjutnya. Nafasku tercekat, mulutku seakan terkunci rapat. Aku tidak tau maksud perkataan mas Dewa barusan. "Aku khawatir tahu kamu sakit. Aku sedih pas lihat kamu juga sedih. Aku nggak suka kamu dekat sama laki-laki lain re___ ayo kita memulai menjadi pasangan lagi, kamu mau kan?" tanya mas Dewa penuh harap. "Entahlah." "Aku janji, aku nggak akan mengulangi kesalahan aku yang dulu lagi. Kali ini aku benar-benar ingin memilikimu, menjadi laki-laki yang baik untuk kamu, menjadi pasangan yang akan selalu menyayangi kamu." Pegangannya pada tanganku semakin erat. "Aku nggak tau." "Oke kalau kamu belum yakin, kas

