CHAPTER 17

946 Kata

Dewa pov Mereka memasuki sebuah arena pasar malam terkenal di Pahlawan. Mereka menaiki wahana bianglala. Ah seperti anak kecil! Apakah mereka berkencan? Tidak-tidak, Reina itu tidak memiliki kekasih, aku yakin itu. Setelah turun dari bianglala aku melihat tubuh Reina oleng, dia muntah muntah sambil memegang kepalanya. Aku khawatir, ingin ku tangkap tubuhnya, tapi sebelum itu terjadi lelaki yang bersamanya terlebih dahulu melakukan itu. Dia menyangga tubuh Reina dan mendudukannya di sebuah bangku. Menit selanjutnya dia membawa kepala reina bersandar pada pundaknya. Kenapa hatiku panas melihat adegan ini? Tidak rela rasanya Reina bersentuhan dengan lelaki lain. Sudah cukup! Aku tidak ingin melanjutkan melihat mereka. Aku lebih baik pergi menyelamatkan hatiku. *** Semalam aku ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN