Reina pov Tok Tok Tok Ada seseorang mengetuk pintu rumahku. "Lugas," pekikku. Laki-laki berhoodie hitam yang mengetuk rumahku itu ternyata Lugas. "Sore nyonya," sapanya memamerkan deretan gigi putihnya. "Masuk masuk, silahkan duduk!" ajakku. "Darimana tau alamat rumahku?" "Siapa lagi kalau bukan abang Reino yang ganteng." Reino itu getol banget menjodohkanku dengan Lugas. Sudah pastilah segala informasi pribadiku dia kasih tau ke Lugas. "Ini emping manis titipan Reino." Lugas memberikan plastik berisi emping manis ke atas meja, "tapi masih manisan kamu sih," lanjutnya. "Bentar aku buat minum." Aku berdiri untuk membuatkan minum Lugas. "Kayaknya es lemon seger deh re, kalau ada aja sih," katanya memberi kode. "Aduh, kalau di sini adanya cuma air putih. Air putih aja lah ya

