Dewa dan Reina sedang dalam perjalanan pulang. Reina nampak mengusap air matanya yang menetes di pipi. Sungguh dia tidak kuat untuk memendamnya lagi. Hal itu tidak lepas dari netra Dewa. Dewa membelokkan mobilnya ke arah apartemennya. Tangisan diam Reina justru membuat ngilu Dewa. Setibanya di parkiran apartemen. "Ayo turun," ajak Dewa. Reina tidak menjawab, juga tidak bergerak. Dia masih merenungi nasib yang tadi terjadi. Dewa membuka pintu kemudinya, mengambil tangan Reina dan menyeretnya keluar. Ting Lift terbuka, dewa memencet tombol 27. Lantai teratas gedung apartemen ini. "Kalau mau nangis, nangis aja re!" Dewa membisikkan kata kepada Reina. Gemerlap lampu kota terlihat indah dari rooftop apartemen Dewa. Sejenak Dewa meninggalkan Reina. Sekembalinya, dia membawa minuma

