8: Kopi

1349 Kata

Lolla masih teringat kata-kata Sakka tadi. Benarkah Sakka tidak punya teman? Kenapa Lolla baru sadar, kalau reputasi Sakka yang buruk membuatnya ditakuti satu sekolah? Tidak ada yang mau bicara dengan Sakka di kelas, lalu bagaimana dia bisa belajar? "Sa-Sakka." Lolla menyentuh pundak Sakka dengan jari telunjuknya. Sakka sedang bermain ular tangga dengan Jeje. "Mau kopi?" Sakka menaikkan satu alisnya, memandang Lolla. "Lo bisa bikin kopi? Aduh, di sini nggak ada pembantu kayak di rumah lo." Walau kata-kata Sakka bermaksud mengejek, Lolla tetap tersenyum. "Gue bisa, kok. Lagian ini kopi sachet yang tinggal diseduh pakai air panas dan diaduk pakai sendok. Anak SD juga bisa, Sakka." Sakka membalas kata-kata Lolla dengan tawa pelan. "Lo 'kan kayak anak TK. Jadi, gue kira nggak bisa." "Da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN