9: Teman

1403 Kata

Entah apa yang merasuki Sakka, sehingga ia bisa datang ke sekolah lebih pagi hari ini. Tapi, ia merasa sedikit menyesal karena datang pagi. Dia menyesal karena kebanyakan murid memiliki teman mengobrol selama menunggu bel masuk. Sedangkan dia? Tidak ada. Seharusnya, Sakka datang terlambat lagi saja hari ini, agar dia tidak perlu menunggu bel masuk seorang diri. "Awas, eh. Kasih jalan...." "Iya, minggir woy. Mau dihajar Sakka?" Sakka mendengus, dan terus menatap ke arah depan sambil mengeluarkan headset. Ia memakainya, tapi sebenarnya ia tidak sedang mendengarkan musik. Ia mendengarkan semuanya. Tapi, ia pura-pura tidak dengar. "Pagi, Sakka." Sakka menoleh, lalu memutar bola matanya. "Hmm." "Jawab, dong." "Pagi, Lol." Lolla terkekeh. "Lolla. Jangan Lol, dong. Nggak enak didenger.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN