10: Sakit

1083 Kata

Lolla masuk ke kelas sambil membawa tas ransel pink-nya. Semua terlihat tidak peduli, tapi tentu saja Nada peduli. Ia langsung menyambut dan memeluk Lolla. "Lo kenapa baru dateng, Laaa?!" "Gue tadi di UKS. Biasa." "Asma lo kambuh? Kok bisa?" "Nggak parah banget, kok. Gue tadi ke gudang, dan ngehirup debu gitu." "Ohh, lain kali hati-hati dong, La." Nada memandang Lolla cemas. "Gue gapapa. Untung aja tadi ada Sakka...." Lolla tersenyum. "Sakka?" Nada mengernyit tidak mengerti. "Dia nolongin lo?" "Iya, sekarang kita berdua udah resmi berteman, lho!" "La, dia 'kan berbahaya. Dia pernah mukul Pak Kepala Sekolah. Inget?" Lolla terdiam cukup lama. Lolla tidak pernah bertanya tentang insiden itu pada Sakka. "Gue yakin, dia punya alasan yang kuat, Nad." Entah kenapa, Lolla merasa begitu ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN