11: Adik Lolla

1177 Kata

Lolla mengajak teman-temannya untuk masuk ke dalam rumah. Tapi, hanya Nada yang berani masuk tanpa beban. Sedangkan yang lain, masih mematung di depan pintu. "Bused dah, dalemnya lebih mewah." Titan masih membuka mulutnya dengan lebar, dan memasang wajah yang paling norak. "Beruntung," cibir Rey, lalu melangkah masuk. "Hah, masih gedean rumah presiden. Jangan norak, Tan!" Sakka menepuk bahu Titan, lalu menariknya masuk. "Jelas aja Titan norak. Rumahnya kan cuma sepetak," ejek Nada terkekeh. "Sepetak apartemen, hmm?" Titan tersenyum sombong. "Apartemen? Muka lo nggak pantes tinggal di apartemen, sumpah." Nada memutar bola matanya, lalu duduk di sofa, ruang tamu. "La, pesen jus jeruk, ya!" L              olla terkekeh. "Siap, Nad. Yang lain mau minum apa?" Titan baru mau membuka mulu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN