Sakka melajukan mobilnya lebih lambat, saat menemukan Rendy sedang berjalan dengan gontai seorang diri. Jalanan komplek cukup sepi, dan membuat Sakka ingin menekan klakson mobilnya agar ramai. Dan tentu saja, agar Rendy sadar kalau diikuti Sakka. Tin tin! Rendy menoleh ke mobil yang berhenti di sebelahnya. Saat kaca jendela terbuka, Rendy menghela napas dengan malas. "Lo teman kak Lolla, 'kan?" "Yoi. Cepet masuk. Katanya orang kaya, kok jalan kaki?" Sakka terkekeh mengejek. "Suka-suka gue, lah! Mau gue ngesot, juga bukan urusan lo." "Bawel ya, kayak Lolla. Cepet masuk! Nanti diculik om-om!" Rendy mendengus, dan membuka pintu mobil belakang Sakka. Lantas hal itu membuat Sakka memandang Rendy kesal. "Heh, lo ngapain duduk di belakang? Emangnya gue supir pribadi lo?" "Udah kebiasaan.

