47: Jangan

1433 Kata

Setelah kondisi Sakka membaik, ia kembali ke sekolah seperti biasa. Banyak yang masih memandangnya ngeri, tapi untungnya masih ada beberapa manusia yang percaya kalau Sakka tidak 'mengerikan' seperti rumor yang beredar.                 Salah satunya, ada Titan yang menyambutnya di depan kelas, mengajak tos dan bahkan menanyakan kondisinya. Titan tambah sepuluh kali lebih baik setelah mengetahui Sakka adalah pahlawannya selama ini. Sakka yang membuat Titan tidak kena palak dan bullying lagi.                 "Lolla udah dateng?" tanya Sakka melirik isi kelas Titan, mencari gadis pemilik senyum termanis.                 "Belom. Lo mau nungguin biar dibilang so sweet? Cewek bakal tersentuh kalau--"                 Sakka cepat memotong ucapan Titan. "Saran lo selalu sesat."                

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN