Aisyah yang baru memasuki sisi dalam panti, bingung melihat keadaan ruang tamu yang terlihat penuh oleh banyaknya bahan sembako dan perlengkapan lainnya yang memang dibutuhkan panti. Hampir semua barang memenuhi seperempat bagian dalam ruangan tersebut. Yang lebih mengherankan lagi, ada dua orang bertamu yang Aisyah kenal, duduk di kursi tamu ditemani Bu Maya. Kedua orang tersebut tersenyum semringah menatap ke arahnya. Aisyah mendekat ke arah Bu Maya. Meraih tangannya dan mencium takzim. Lalu setelahnya menuju ke arah wanita paruh baya yang sedikit lebih muda dari ibu asuhnya, yang duduk bersebelahan dengan lelaki paruh baya juga yang Aisyah kenali sebagai suaminya wanita tersebut. Sama seperti Bu Maya, Aisyah pun mencium takzim wanita yang bernama Khanza. Aisyah mengenalnya sebagai Ta

