“Mbak Naya? Selamat datang… Mbak Naya kok udah pulang?” Entah sudah berapa kali Naya mendengar pertanyaan yang sama. Sejak menginjakan kaki di rumah itu, Dari petugas keamanan di depan, pekerja kebun, hingga pekerja yang ada di dalam rumah menanyakan hal yang sama begitu melihat kehadiran Naya. Sayangnya, gadis itu tidak dalam keadaan baik untuk menjawab semua pertanyaan itu, maka senjata satu-satunya yang Naya punya dalam keadaannya yang sekarang adalah, dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja sebelum berlalu langsung menuju kamarnya. Untuk apa? Untuk apalagi selain membereskan barang-barangnya yang ada di rumah itu. Mengambil barang-barangnya dan pergi dari sana. Kalimat Tyas kemarin bukan hanya berlaku ketika dirinya ada di Jepang saja, kan? Permintaan Tyas untuk pergi buka

