“Kakak udah pulang? Katanya pergi lama—” Pertanyaan Kevin langsung bersambut pelukan Naya yang menghambur ke arahnya. Pemuda itu bingung, tentu saja, bagaimana tidak? Jika yang bersangkutan langsung memeluknya begitu saja dengan tangis yang pecah. Kevin bisanya tidak menyukai berbagai sentuhan, termasuk pelukan yang patut digarisbawahi kalau hal itu lebih intens dibanding hanya mengusak kepala atau memegang tangannya. Tapi hari itu, ketika melihat ekspresi wajah kakaknya tidak baik-baik saja, apalagi sampai menangis dipelukannya, Kevin memutuskan untuk diam. Pemuda itu tidak membalas pelukan Naya, tidak pula mencoba untuk menenangkannya dengan menepuk-nepuk punggung sang kakak misalnya. Kevin hanya diam, benar-benar diam di tempatnya berdiri dan membiarkan Naya menangis di pelukannya. H

