62. Hari yang Berlalu

2122 Kata

“Kamu yakin nggak masalah Naya nggak ada di sini?” “Hm.” “Nggak masalah walaupun operasi kamu beberapa jam lagi?” “Nggak masalah, Ma…” Tarikan napas Rinka terdengar berat, memperhatikan putra sulungnya itu tetap terlihat tenang. Bukan. Bukan apa-apa. Bukan berarti Rinka merasa masalah jika Krist terlihat tenang, justru itu sesuatu yang bagus, bukan? Krist tenang tanpa sosok yang menjadi tempatnya bergantung selama beberapa bulan ini. “Hah… padahal Mama berharap Naya kembali secepatnya. Apa memang masalah yang Naya hadapi belum terselesaikan? Apa rumit? Sulit?” “Naya bilang dia pulang karena ada masalah?” “Hm?” Rinka mengarahkan pandangannya pada sang putra setelah tadi tatapannya liar menerawang jauh ke depan jendela. “Mama papasan sama Naya waktu belum berangkat ke sini?” “Hm, t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN