39. Kehadiran Tak Diharapkan

2216 Kata

“Rayya? Ngapain—kenapa lo ada di sini?” Naya akhirnya angkat suara, melirik Rinka dan Krist karena merasa tidak enak dengan kehadiran Rayya yang tiba-tiba, pagi-pagi pula. “Kok kenapa? Ya aku dateng buat nengokin kamu dong, Nay. Kamu gimana sih?” Gadis itu tertawa, tawa yang bisa dibilang terdengar menyebalkan. “Halo, apa kabar Tante Rinka, Mas Krist.” Dengan tidak tahu malu Rayya mengambil duduk di salah satu kursi kosong yang ada di sana, menempati kursi yang biasanya di tempati Tyas. “Eum, baik, Rayya. Kami baik, begitu juga dengan Krist.” Timpal Rinka masih mencoba menyelipkan senyumnya meski merasa kehadiran Rayya benar-benar terasa janggal di sana. “Eh, Om sama Tyas kemana, Tante? Kok nggak kelihatan?” Hah... Naya benar-benar jengah mendengar semua kata yang keluar dari mulut sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN