93. Jadi Satu

2179 Kata

“Mas tuh kenapa sih?” Belum apa-apa dahi Naya sudah dibuat berkerut karena kelakuan suaminya. Apalagi bukan karena sikap pria itu yang semakin aneh saja. Bagaimana Naya tidak heran, jika baru saja sampai hotel, baru saja mereka menginjakan kaki mereka di kamar yang sudah mereka pesan, Krist justru terlihat langsung ingin buru-buru pergi “Eh? Kenapa? Saya memangnya kenapa?” “Itu, Mas buru-buru banget mau ajak saya pergi. Ayo, ayok, ayok terus dari tadi. Kenapa sih memangnya? Nggak bisa istirahat bentar dulu apa? Baru juga sampe, kan…” “Uh, tapi tadi kamu bilang kita mau cari makan dulu, kan? Kamu lho yang bilang, saya cuma—” “Nggak. Saya tahu alasannya bukan cuma karena itu. Sikap Mas tuh dari tadi beda, beda pokoknya, dari pas kita sampai di bandara tadi, di taksi terus sekarang.” K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN