“Apa? Wanita seperti saya?” Rayya mendengus, tertawa hambar, bahkan mengeluarkan suara sarkas yang sebelumnya tidak pernah ia tunjukan di depan Krist sebelumnya. “Memangnya menurut Mas wanita seperti apa saya ini yang Mas maksud?” “Masih harus saya tegaskan?” “Mas…” “Hm, memang wanita seperti apa saya dari apa yang Mas maksud itu?” “Wanita pengincar harta.” Timpal Krist to the point, tidak ingin berbasa-basi lagi. “A-apa?” Dengusan keluar dari hidung Rayya, senyum yang terukir di bibir tipisnya bukan termasuk senyum yang menyengkan. “Jangan munafik, siapa di sini yang nggak tahu kalau tujuan kamu tiba-tiba sok dekat dengan keluarga saya?” Rayya tertawa, tawa keras yang terdengar seperti dipaksakan tapi di saat yang sama gadis itu juga merasa bahwa apa yang dikatakan Krist benar-ben

