Shawn mengoceh pada Nelly, wanita berusia tiga puluh sembilan tahun itu menyerahkan portofolio seorang brand ambasador produk terbaru Robbinson.co di bidang fashion dengan mengusung dua konsep sekaligus yaitu vintage dan retro. “Kenapa mereka tidak bilang kalau mereka juga merekrut Erlena sebagai salah satu modelnya?” Shawn melepaskan beberapa kancing kemeja dan melonggarkan dasinya saat mendengar dan menyebutkan nama Erlena. “Kan itu memang tugas mereka.” kata sekretaris yang mendadak gugup itu. “Memangnya kenapa dengan Erlena?” Nelly bertanya penasaran. “Tidak apa-apa. Aku hanya tidak suka dia saja.” Nelly mengangguk-ngangguk meskipun dia masih penasaran dengan alasan atasannya mengoceh di pagi hari hanya karena melihat portofolio Erlena. Model berusia tiga puluh tiga tahun yang

