BAB 31

844 Kata

“Luna, bisakah kita bertemu siang ini di kedai kopi langganan kita? Ada hal penting yang perlu kita selesaikan. Aku tunggu kau jam 2 siang.” Ujar Devon tanpa basa-basi dan langsung mematikan telepon secara sepihak. Luna memandang Nayla cukup lama dengan pikiran terheran-heran. Kenapa Devon menelpon Nayla? Kenapa pria itu tidak menelponnya? Apa hubungan Nayla dan Devon sampai Devon tahu nomor Nayla? “Kau mengenal dia?” tanya Luna dingin.                      “Tidak,” Nayla menggeleng.                        Luna menatap layar ponsel Nayla dan nomor yang tadi menelponnya tidak disimpan Nayla. Nomor asing. “Kenapa dia menghubungimu?” sebelah alis Luna terangkat curiga. “Aku tidak tahu, tiba-tiba ada telepon masuk dan dia bilang dari Devon. Dia bilang ingin bicara denganmu, hanya itu.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN