“Shawn, terima kasih.” Erlena berkata saat Shawn mengantarkannya sampai ke flat kecil yang disewa Erlena. Shawn yang mulai penasaran pada Erlena menyusul wanita itu ke dalam flat. “Maaf, flatku berantakan dan kotor. Aku menyewanya dari sisa uang tabunganku.” Erlena berkata sendu mengingat total uang yang dimiliki di tabungannya tapi dia juga menyempatkan diri untuk membeli parfum mahal dari sisa tabungannya itu. Flat kecil ini hanya terdiri dari dapur kecil, satu kamar dan ruang tamu. Dan toilet. Shawn miris melihat kehidupan nyata Erlena yang jauh dari apa yang ditampilkan mantan kekasihnya itu di media sosialnya. “Bagaimana kau akan bertahan hidup dengan sisa uang tabunganmu?” Tanya Shawn. Dia duduk di sofa murahan berwarna hijau itu. “Entahlah.” Erlena mengangkat bahu. Dia me

