Butuh pengorbanan besar untuk menjalankan sesuatu yang bernilai mulia. Rasa lelah sudah tak terhitung. Nyawa juga terenggut. Yaya menahan napas saat bersembunyi. Keikhlasan menyelimuti dirinya. Banyak prajurit datang, anak-anak itu mulai menangis dan mengadu. Mereka melihat bukti-bukti kuat, salah satunya gambaran Ian dan tulisan Zhani. Mereka mencari Yaya dan yabg lainnya. Bertanya pada anak-anak tentang keberadaan mereka. Saat anak-anak itu mengatakan Yaya ada di balik bukit, Yaya dan yang lain sudah tidak terlihat. "Terbongkar sudah misteri penjualan anak-anak, kayu manis, dan bambu berasap," kata salah satu prajurit. Semuanya sudah aman terkendali. Senyum ketenangan bisa dilakukan. Yaya memandang bukit dan balai selatan sebelum pergi. Tidak sadar satu jam lagi matahari akan t

