30. Peramal Tua yang Pelupa

2073 Kata

 Cukup sudah beristirahat untuk beberapa menit. Rasanya seakan berjalan di tempat tanpa ujung. Semuanya rumput dan pohon. Lepas turun naik gundukan tanah berulang kali, tumbuhan merambat itu belum juga habis. Tidak bisa menahan lagi, Kaza menebas tumbuhan itu dengan goloknya. Benar-benar tumbuhan hidup asli. Mereka dibuat melongo antara tidak percaya dan terkesan.  "Baru pertama kali aku melihat tumbuhan liar merambat sangat panjang. Wah-wah!" kata Yaya mirip berbisik akibat lelah.  "Ternyata nyata!" pekik Ian.  Ivirou dan Zhani masih melotot mengawasi Kaza yang tanpa henti melampiaskan kekesalannya. Tumbuhan itu dibabat sampai goloknya kotor. Puas sudah tidak berhasil menghabisi seluruhnya. Kaza membanting goloknya sembari mengatur napas.  "Haha, aku lega!" seru Kaza merentangkan tang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN