Deru napas memburu mengelilingi gadis tak berdaya. Layaknya predator kelaparan mendapatkan mangsa mengagumkan. Kecantikan yang tak tertandingi membangkitkan gairah. Takut menjadi-jadi. Seakan tercekik hadis itu bahkan tidak bisa menjerit. Berada di kungkungan empat lelaki membuatnya sulit bernapas. Pusing melanda, gelap merenggut kesadarannya. Yaya terbangun dengan napas memburu. Dia menghirup udara sangat rakus sampai empat temannya datang khawatir. Yaya mendadak mundur dalam duduknya. "Jangan mendekat!" Yaya berteriak seakan mereka ingin menyakitinya. "Yaya, kau mimpi buruk?" tanya Ian lebih dekat lagi dan Yaya mundur lagi. Mereka saling pandang. Yaya mengecap bibirnya sendiri yang kering. Menatap sekeliling akhirnya ingat dia sedang tidur di bawah batu besar. Matahari masih

