Surat telah dirobek dan dibuang. Belum larut malam Yaya sudah menutup mata di bawah pohon. Bukit masih menjadi tempat terindah sebelum melakukan aksi. Keempat pemuda pemberani itu berkumpul sedikit menjauh dari Yaya. Sebenarnya Yaya tidak tidur, dia hanya menutup mata. Tidak mau mengatakan kekesalannya dan pura-pura tidur lebih baik. "Eh, aku khawatir dengan Syandu. Kalau tiba-tiba dia menyerang bagaimana?" bisik Ian. "Aku lebih khawatir pada Yaya. Dia sangat ... Tidak jelas. Tiba-tiba berteriak, sekarang tidur lelap. Nanti apa lagi?" Kaza menggeleng menimpali. Zhani mendesah, "Sudah kubilang Syandu tidak akan melakukan hal yang berlebihan. Jika dia menemukan kita dan berhasil mengejar kita dimanapun, dia pasti diam. Karena juga tau tujuan kita benar. Aku mengenal Syandu. Sangat b

