Aku mengerjap saat merasakan ada yang mencium pipiku beberapa kali, saat aku membuka mata ternyata Randu sudah terbangun dan sedang melakukan hobi barunya. "Bangun dong kebo amat!" katanya sambil tetap menciumiku. Walau vila masih gelap karena semua gorden masih ditutup dan tak satupun lampu dinyalakan, tapi aku bisa melihat jelas bahwa Randu sedang tersenyum ke arahku. Dan gilanya, kenapa coba aku baru sadar kalau si sahabat surga ganteng pas pas rambut ikalnya acak-acakan dan mukanya masih muka bantal. Ah! Kampret! Kenapa coba aku malah inget kejadian semalam dan sehabis subuh tadi. Semalam kami menghabiskan waktu bersama dengan bercinta. Entah berapa kali, karena yang aku sadari Randu tak membiarkanku istirahat lebih lama. Menjelang adzan dia membangunkanku, mengajakku mandi dan be

