Bab 53 : Manjanya Elara

1021 Kata

2 minggu kemudian. Elara muntah di pagi hari, ia memuntahkan kopi yang sempat di minum sampai habis. Zian sebagai sang suami terus menepuk-nepuk punggung Elara. Dia sudah mempunyai firasat jika istrinya hamil. Hueeeeek... hueeeeek ... hueeeek ... "Mas panggilkan dokter, ya?" tanya Zian. Elara mengangguk, setelah itu ia di bopong oleh Zian ke atas ranjang. Zian mengambilkan minyak kayu putih lalu mengusapkan pada leher dan hidung Elara. Zian sudah mengirimi dokter kenalannya untuk datang ke rumah mereka. Sementara menunggu, Zian pergi membeli sarapan di tetangganya. Rumah tetangganya hanya berjarak 5 rumah dari rumahnya, dengan menenteng mangkok ia berjalan kaki menuju ke sana. Disana sudah ada segerombolan ibu-ibu yang sedang mengantri membeli sarapan. "Wah, pagi-pagi sudah ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN